HNW secara khusus menyoroti situasi di Palestina. Serangan Israel, katanya, masih terus berlangsung. Belum lagi penutupan Masjid Al Aqsa yang menyulut amarah umat Islam di berbagai penjuru. Menurutnya, menghentikan tindakan-tindakan itu harus jadi bagian utama dari kesepakatan damai apa pun. Barulah keadilan bisa ditegakkan.
Usulan ini, ia tegaskan, sejalan dengan suara banyak pihak. Baik otoritas Palestina sendiri maupun sejumlah negara di kawasan Teluk yang sudah lama mendamba ketenangan.
Di sisi lain, HNW mendorong pemerintah Indonesia untuk tidak tinggal diam. Posisi Indonesia dinilainya strategis. Bisa menjembatani komunikasi dengan banyak pihak, entah itu Pakistan, Iran, atau bahkan Amerika Serikat. Peran diplomasi aktif sangat dibutuhkan agar gencatan senjata ini tidak cuma bersifat sementara. Tapi bertahan setidaknya hingga musim haji 2026 nanti.
Dinamika Rumit AS dan Israel
HNW juga menyentuh hubungan AS-Israel. Ia mengingatkan Presiden Donald Trump agar tidak terjebak pada kepentingan politik Israel yang, menurutnya, justru sering menghambat perdamaian. Langkah AS menyepakati gencatan dengan Iran patut diapresiasi, itu jelas. Namun, harus ada tindak lanjut yang konkret. AS perlu menekan Israel agar menghentikan serangannya di kawasan.
Kalau tidak, semua upaya ini bisa jadi sia-sia. Perdamaian yang diidamkan hanya akan jadi ilusi belaka.
Artikel Terkait
Kedubes Iran Kunjungi Keluarga di Kampar yang Beri Nama Bayi Ali Khamenei
Wamen Pertanian Soroti Impor Gula Rafinasi Tekan Harga Petani
Tersangka Peragakan Ulang Pembunuhan Sadis dan Pemotongan Mayat di Brebes
Analis MNC Sekuritas: IHSG Masih Rentan Koreksi Meski Ditutup Menguat