Namun, sebelum pihak keamanan kampus melapor, ada saksi mata yang pertama kali menemukannya. Adalah Bahar (56), seorang petugas kebersihan. Sekitar pukul 07.48 Wita, dia sedang melintas di belakang gedung untuk urusan sampah.
"Awalnya saksi hendak buang air kecil," tutur Kapolsek, merinci keterangan Bahar. "Tapi dia melihat bagian kaki manusia. Langsung urungkan niat dan laporkan ke atasannya."
Rantai laporan pun berjalan. Atasan Bahar menghubungi keamanan kampus. Seorang sekuriti bernama Ridwan Said (39) turun untuk memastikan. Setelah yakin dengan apa yang dilihatnya, Ridwan menelepon polisi.
Tak lama kemudian, sekitar pukul 08.20 Wita, Kapolsek Yusuf beserta personel gabungan tiba. Lokasi langsung diamankan dengan garis polisi. Tim Inafis segera dihubungi untuk memulai olah TKP.
Pemeriksaan lanjutan dilakukan oleh Tim Inafis Polrestabes Makassar dan Dokpol Polda Sulsel. Setelah semua proses di TKP dinyatakan selesai, jenazah Firman akhirnya dievakuasi. Tujuannya Rumah Sakit Bhayangkara Makassar untuk pemeriksaan lebih lanjut.
"Untuk saat ini, kasus masih kami selidiki," pungkas Muhammad Yusuf menutup penjelasan. Penyebab pasti kematian sang pemulung masih menjadi tanda tanya besar yang perlu dijawab dengan bukti-bukti yang ada.
Artikel Terkait
Gangguan Internet Rusia Diduga Akibat Sistem Blokir yang Kelebihan Beban
Gempa Magnitudo 4,8 Guncang Pesisir Barat Lampung
Stok Beras Pemerintah Capai Rekor Tertinggi, Siap Hadapi Ancaman El Nino
Siri Manis, Kue Tradisional Makassar yang Renyah dan Manis Legit