Lalu, daerah mana saja yang perlu ekstra waspada?
Potensi bahaya utama saat ini adalah guguran lava dan awan panas, terutama di sektor selatan hingga barat daya. Kawasan itu mencakup Sungai Boyong (maksimal 5 km), serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng yang bisa terdampak hingga 7 kilometer. Di sisi tenggara, ancaman meliputi Sungai Woro (3 km) dan Sungai Gendol (5 km).
Imbauan resmi pun disampaikan. Agus Budi Santoso menegaskan pentingnya kewaspadaan masyarakat.
"BPPTKG mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas di daerah potensi bahaya serta mewaspadai ancaman lahar dan awan panas guguran, terutama saat terjadi hujan di kawasan Merapi," pesannya.
Cuaca hujan, seperti biasa, menjadi faktor penguat bahaya karena bisa memicu lahar dingin. Jadi, meski erupsi besar belum terjadi, kewaspadaan tingkat tinggi mutlak diperlukan. Merapi terus menggeliat, dan kita harus terus memantau.
Artikel Terkait
Noussair Mazraoui Buka Suara: Pensiun dari Sepak Bola untuk Fokus Jadi Imam dan Hafiz Quran
Gattuso, Buffon, dan Gravina Mundur Usai Italia Gagal ke Piala Dunia 2026
PSSI Tegaskan Semua Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Sah Secara Hukum
LavAni Tundukkan Garuda Jaya 3-0 di Final Four Proliga Surabaya