“Kerja sama antara kedua negara kita yang memiliki nilai-nilai demokrasi, perdagangan bebas, dan tatanan berbasis aturan akan bersinar terang, terutama dalam situasi krisis seperti yang kita alami sekarang,” ungkap Lee.
Dalam kesempatan itu, Lee juga menyampaikan harapannya untuk sebuah dialog yang terbuka dan membangun dengan Prabowo. Pembicaraan yang jujur, tidak hanya untuk memajukan hubungan bilateral, tapi juga mencari cara berkontribusi lebih bagi dunia internasional.
“Saya menantikan pertukaran pendapat yang jujur dengan Presiden Prabowo, tidak hanya tentang memajukan hubungan bilateral kita, tetapi juga tentang berbagai cara untuk berkontribusi bersama kepada masyarakat internasional sebagai negara-negara kekuatan menengah yang bertanggung jawab,” katanya.
Di sisi lain, Lee tak lupa menyampaikan apresiasi pada kepemimpinan Prabowo. Dia juga menyelipkan ucapan duka yang mendalam. Rasa belasungkawa itu ditujukan untuk prajurit Indonesia yang gugur dalam misi perdamaian di Lebanon.
“Saya ingin menyampaikan belasungkawa terdalam saya kepada anggota militer Indonesia yang berpartisipasi dalam operasi perdamaian di Lebanon yang telah meninggal dunia akibat ledakan,” ujarnya dengan penuh hormat.
Pertemuan ini, pada intinya, lebih dari sekadar kunjungan kenegaraan. Ia menegaskan komitmen lama yang diperkuat kembali. Indonesia dan Korea Selatan bertekad memperkuat kemitraan strategis mereka. Dan yang jelas, kedua negara siap memainkan peran aktif sebagai kekuatan menengah yang ikut menjaga perdamaian dunia.
Artikel Terkait
Harga Kedelai Impor Melonjak, Perajin Tempe Jember Pangkas Produksi dan Tenaga Kerja
Tiga Pelaku Pengeroyokan Tewaskan Pria di Sukabumi Diringkus di Banten
Pendaftaran Polri 2026 di NTT Ramai, 3.660 Calon Ikuti Seleksi Ketat
Bayi Perempuan Ditemukan Tewas dalam Plastik, Pesan Tolong Dimakamkan Anakku Syalwa Tertempel