Pertemuan di Blue House, Rabu lalu, bukan sekadar acara seremonial biasa. Di tengah dinamika geopolitik yang makin tak menentu, Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung secara tegas menempatkan Indonesia sebagai mitra kunci. Bukan cuma untuk urusan dagang, tapi lebih dari itu: menjaga ketahanan energi dan stabilitas global.
Dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, Lee menyoroti satu hal yang bagi Korea Selatan sangat vital: pasokan energi. Indonesia, kata dia, selama ini telah menjadi pemasok yang sangat andal.
“Kami sangat yakin mengetahui bahwa Indonesia menyediakan LNG dan batubara secara sangat stabil kepada Korea,” ujar Presiden Lee.
Pernyataan itu dikutip langsung dari Biro Pers Sekretariat Presiden.
Memang, situasi dunia lagi panas-panasnya. Ketegangan di Timur Tengah dan beberapa kawasan lain membuat semua negara waspada. Menurut Lee, inilah saatnya kolaborasi ekonomi ditingkatkan. Kerja sama yang erat, harapannya, bisa jadi peredam guncangan dari berbagai krisis global.
“Saya percaya bahwa kita perlu meningkatkan kerja sama ekonomi antara kedua negara kita agar dapat meminimalkan dampak negatif dari isu-isu global tersebut,” lanjutnya.
Tapi bagi Lee, hubungan ini punya pondasi yang lebih dalam dari sekadar transaksi. Ada kesamaan nilai yang dianut kedua negara. Prinsip demokrasi, komitmen pada perdagangan bebas, dan keyakinan pada tatanan dunia berbasis aturan. Nilai-nilai itulah yang akan membuat kemitraan ini bersinar, terutama di saat-saat sulit.
Artikel Terkait
Harga Kedelai Impor Melonjak, Perajin Tempe Jember Pangkas Produksi dan Tenaga Kerja
Tiga Pelaku Pengeroyokan Tewaskan Pria di Sukabumi Diringkus di Banten
Pendaftaran Polri 2026 di NTT Ramai, 3.660 Calon Ikuti Seleksi Ketat
Bayi Perempuan Ditemukan Tewas dalam Plastik, Pesan Tolong Dimakamkan Anakku Syalwa Tertempel