Rabu pagi itu, suasana Desa Sitiluhur di Pati tiba-tiba berubah riuh. Bukan oleh aktivitas biasa, melainkan oleh kabar penemuan yang menggetarkan: kerangka manusia tergeletak di perkebunan lereng Watu Tumpuk, kawasan Pegunungan Muria.
Kepala Desa Sitiluhur, Suyuti, membenarkan laporan itu. Menurutnya, warga melaporkan penemuan tersebut sekitar pukul sepuluh pagi.
"Penemuan jenazah atau kerangka jenazah di blok Watu Tumpuk kawasan Perhutani sekira jam 10.00 WIB ditemukan bapak yang punya garapan di lahan tersebut,"
jelas Suyuti saat dikonfirmasi di kantornya.
Dia melanjutkan, kerangka itu masih mengenakan pakaian. Sayangnya, tak ada secarik pun petunjuk identitas yang ditemukan di sekitar lokasi. Semuanya masih menjadi misteri.
"Untuk identitasnya tidak, jadi tidak ada nama, tidak ditemukan KTP atau kartu identitas lainnya,"
ungkapnya sambil merinci.
"Ciri-ciri tinggi badan 160 sentimeter, kemudian sudah merupakan tengkorak pada bagian kepala, tulang belulang, sekitar ada kulit masih nempel 20 sentimeter di bagian kepala sebelah kiri."
Pakaian yang melekat pada kerangka itu berupa kaus putih polos dipadukan celana jeans. Di kakinya, terlihat sandal jepit berwarna merah. Suyuti menduga, warga tak ada yang mencium bau busuk sebelumnya karena lokasinya yang terpencil, jauh dari keramaian permukiman.
"Untuk baju kaus berwarna putih dan celana jins pakai sandal jepit berwarna merah,"
tuturnya mengulang deskripsi itu.
Kini, kerangka itu telah diamankan pihak berwajib untuk penyelidikan lebih lanjut. Warga setempat pun masih dibayangi tanda tanya besar tentang siapa gerangan orang malang di bukit itu.
Artikel Terkait
BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem di Sembilan Wilayah Jawa Tengah hingga Kamis Pagi
Polisi Ungkap Peran Empat Tersangka Narkoba di Hiburan Malam New Zone Medan, dari Penyedia hingga Pengawas Razia
Gereja Katolik di Mimika Hangus Terbakar akibat Lilin Tak Dipadamkan
PBNU Kecam Kekerasan Seksual di Padepokan Pekalongan, Desak Proses Hukum Tuntas