Jakarta, Kamis lalu, manajemen PT Blue Bird Tbk (BIRD) akhirnya membeberkan peta jalan strategis mereka. Targetnya jelas: menghadapi dinamika industri hingga tahun 2026. Ini bukan sekadar rencana biasa, melainkan respons atas ekspektasi pelanggan yang terus berubah dan lanskap persaingan yang makin dinamis.
Andre Djokosoetono, sang Direktur Utama, menjelaskan semuanya dengan lugas. Strategi intinya ia sebut sebagai 'Gerak Cepat, Layan Tepat, Tumbuh Pesat'.
"Perseroan akan fokus mempercepat pengembangan bisnis melalui ekspansi yang lebih adaptif ke kota-kota strategis, sekaligus memperkuat ekosistem layanan sesuai dengan karakter masing-masing wilayah," katanya dalam pernyataan resmi.
Jadi, apa artinya di lapangan? Intinya, Bluebird tak mau hanya diam. Mereka akan merambah kota-kota baru, tapi caranya disesuaikan dengan kondisi lokal. Tidak seragam. Di sisi lain, layanan multimoda tetap jadi perhatian utama. Menurut Andre, model layanan akan dibuat lebih fleksibel lagi. Tujuannya satu: menjangkau beragam spektrum kebutuhan pelanggan.
Yang menarik, mereka tegaskan ini bukan perang harga.
"Strategi ini tidak berfokus pada kompetisi harga, melainkan pada perluasan relevansi layanan," tegas Andre.
Artikel Terkait
Laba SUNI Turun 7% pada 2025, Tapi Masih Lampaui Target Revisi
Wall Street Melonjak Usai Trump Beri Isyarat Perdamaian dengan Iran
MNC Digital Entertainment (MSIN) Targetkan Dual Listing di Bursa Internasional pada 2026
Laba Bersih MNC Digital Entertainment Melonjak 140% Jadi Rp985 Miliar di 2025