Kementerian Pertanian Klaim Siap Hadapi El Nino Ekstrem, Stok Beras Aman

- Selasa, 31 Maret 2026 | 19:00 WIB
Kementerian Pertanian Klaim Siap Hadapi El Nino Ekstrem, Stok Beras Aman

“Kemudian oplah, yang dikatakan oplah adalah lahan yang dulu tanamnya 1 kali bisa menjadi 3 kali, ada 2 kali bisa menjadi 3 kali. Ini juga irigasinya sudah oke,” tambah Amran.

Ia juga menyebut sinergi dengan Kementerian PUPR yang menyiapkan irigasi untuk 1 juta hektare tahun ini, dengan target total 2 juta hektare. “Jadi ini persiapan kita sangat bagus,” tambahnya.

Dari sisi cadangan, pemerintah merasa posisinya kuat. Stok beras nasional saat ini disebut dalam kondisi aman. “Stok hari ini tertinggi, yaitu 4,3 juta ton. Di bulan depan perkiraan 5 juta ton lebih, berarti aman,” ungkap Amran.

Ia melanjutkan, ketersediaan beras tak cuma mengandalkan stok pemerintah. Cadangan di masyarakat serta potensi produksi yang masih berjalan juga diperhitungkan. Dengan kalkulasi itu, pangan dinilai cukup untuk menghadapi enam bulan El Nino.

“Kemudian di hotel, restoran dan rumah tangga itu 12,5 juta ton. Standing crop kalau tidak salah 11 juta ton. Nah, totalnya itu bisa mencukupi 10 bulan ke depan,” paparnya.

Pendapat senada datang dari Perum Bulog. Direktur Utamanya, Ahmad Rizal Ramdhani, memastikan penyerapan gabah dan beras petani tetap berjalan optimal meski ada ancaman El Nino. Skema-skema penyerapan sudah disiapkan, dari yang normal hingga alternatif.

“Penyerapan tidak akan terganggu sepanjang kita siapkan skema-skemanya,” kata Rizal.

Ia pun membenarkan stok pemerintah sedang dalam posisi kuat. “Sekarang stok sudah mencapai 4,3 juta ton. Untuk penyerapan selama Januari sampai bulan Maret sudah 1,3 juta ton. Belum pernah dalam 3 bulan (awal tahun) sampai 1,3 juta ton, itu belum pernah.”

Targetnya, di akhir bulan ini stok bisa mencapai 4,5 juta ton.

Jadi, dengan infrastruktur yang diklaim lebih siap dan pelajaran berharga dari masa lalu, optimisme itu terus digaungkan. Kementan yap, sektor pangan nasional mampu bertahan di tengah bayang-bayang kemarau panjang yang akan datang.

Editor: Bayu Santoso


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar