Jakarta punya rencana baru untuk menata kawasan padat di sekitar Stasiun Pasar Senen. Targetnya, pembangunan rumah susun atau rusun untuk relokasi warga di bantaran rel bakal dimulai pada Mei 2026 mendatang. Proyek ini bukan sekadar membangun tembok dan atap, tapi upaya serius memberikan hunian yang layak bagi warga.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, menegaskan ini adalah tindak lanjut arahan langsung dari Presiden.
“Groundbreaking kita targetkan Mei 2026. Saat ini seluruh pihak sedang mematangkan skema pembangunan dan pembiayaannya,”
katanya dalam pernyataan tertulis, Senin lalu. Intinya, permukiman yang selama ini dianggap tak memadai di sepanjang rel kereta akan segera ditangani.
Lahan seluas 1,61 hektare yang bakal dipakai adalah aset BUMN. Nantinya, di situ akan berdiri hunian vertikal. Pemerintah pusat, Pemda DKI, BUMN, sampai swasta diajak berkolaborasi dalam skema ini. Sinergi, begitu kira-kira kata kuncinya.
Nah, soal desain dan eksekusinya, ada beberapa opsi yang masih digodok. Perum Perumnas mengusulkan pembangunan sekitar 1.000 unit dalam dua tower. Dananya rencananya dari APBN.
Di sisi lain, ada juga tawaran menarik dari Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia. Mereka mengajukan pembangunan sembilan tower, masing-masing setinggi empat lantai, dengan total 690 unit. Yang menarik, usulan ini dilengkapi dengan ruang komunal dan gedung serbaguna untuk aktivitas warga.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Jakarta Pusat sendiri sudah angkat bicara. Mereka berjanji memberikan dukungan penuh, terutama untuk memangkas birokrasi perizinan. Tujuannya satu: proyek bisa jalan tepat waktu.
Selain fokus di Senen, Kementerian PKP punya program lain untuk ibu kota. Tahun 2026 nanti, mereka menyiapkan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) sebanyak 3.100 unit rumah di wilayah DKI. Harapannya, akses terhadap rumah layak huni makin terbuka lebar.
Badan Pengaturan BUMN juga ikut bermain. Mereka berencana mengoptimalkan aset-aset negara lain untuk menduplikasi model serupa di kota-kota besar. Kawasan padat dan kumuh di perkotaan, tampaknya, jadi perhatian utama.
Pada akhirnya, rusun di Senen ini diharapkan bukan cuma jadi tempat pindah warga. Lebih dari itu, ia diidealkan sebagai contoh nyata penataan kawasan perkotaan yang lebih manusiawi: tertata, aman, dan layak ditinggali. Sebuah langkah kecil menuju ibu kota yang lebih baik.
Artikel Terkait
OJK: Program Penjaminan Polis Jadi Fondasi Baru Perlindungan Pemegang Polis
Joey Pelupessy Akui Duet dengan Ivar Jenner di Lini Tengah Timnas Indonesia Mulai Tumbuh
Trump Klaim Iran Tembak Jatuh Helikopter Apache AS di Selat Hormuz, Dua Pilot Selamat
TNI Bantah Sekolah di Ende Digusur untuk Bangun Koperasi, Beberkan Kronologi Kerusakan Bangunan