Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, digegerkan oleh laporan keracunan massal. Tujuh warga setempat mengalami gejala keracunan tak lama setelah mereka menyantap olahan daging anjing. Kejadian ini langsung mencuatkan peringatan keras soal keamanan pangan.
Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Komisi IX DPR, Charles Honoris, angkat bicara. Ia tak main-main dengan imbauannya.
"Kami minta masyarakat benar-benar menghindari makan hewan yang bukan untuk konsumsi, contohnya anjing dan kucing," tegas Charles kepada para wartawan, Selasa lalu.
Ia melanjutkan, alasannya bukan cuma soal etika atau perlindungan hewan. Yang lebih mengkhawatirkan adalah ancaman kesehatan yang nyata dan bisa berakibat fatal.
"Daging anjing itu berisiko menularkan penyakit berbahaya. Rabies, misalnya, penyakit yang mematikan itu," tuturnya lagi.
Charles mengaku prihatin dengan kasus di Mamuju. Baginya, ini adalah alarm peringatan yang keras. Makan hewan di luar ketentuan pangan jelas membawa risiko kesehatan yang serius dan tak terduga.
Di sisi lain, kasus ini juga menyoroti titik lemah lain. Aspek keamanan pangan di tingkat masyarakat rupanya masih perlu banyak perbaikan, terutama dalam hal memilih sumber dan jenis daging yang aman untuk dimasak.
Nah, terkait hal itu, Charles memberi kabar terbaru. Saat ini, DPR sedang menggodok aturan yang bakal melarang perdagangan hewan non-konsumsi, termasuk anjing dan kucing.
"Regulasi ini penting. Selain memberi kepastian hukum, tujuan utamanya ya melindungi kesehatan masyarakat kita," pungkas Charles.
Artikel Terkait
Pria di Cianjur Cabuli dan Bunuh Anak Tiri karena Cemburu Istrinya Gugat Cerai
Harga Minyak Dunia Turun di Tengah Ketidakpastian Negosiasi Damai AS-Iran
Polisi Tangkap Terduga Pembunuh Warga Korea Selatan di Tambun Selatan
Timnas Indonesia Hadapi Oman dan Mozambik di FIFA Matchday Juni 2026