Dua warga sipil menjadi korban penembakan di pintu masuk utama Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) di Distrik Walesi, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, pada Sabtu (8/8) sekitar pukul 12.45 WIT. Keduanya terkena tembakan saat hendak memasuki area festival.
Korban adalah Laode Muhammad Kojo (43) dan Salbiah (50), keduanya warga Jalan Hom-Hom, Wamena. Laode mengalami luka di lutut kanan, sementara Salbiah terkena tembakan di paha kanan dan punggung tangan kanan. Usai kejadian, mereka langsung dievakuasi ke Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Wamena dan mendapat perawatan medis. Kondisi keduanya dilaporkan sadar.
Penembakan diduga dilakukan oleh orang tidak dikenal (OTK) yang melarikan diri setelah kejadian. Seorang saksi yang berada bersama korban di dalam kendaraan telah dimintai keterangan oleh polisi.
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, membenarkan insiden tersebut. Ia menyatakan aparat gabungan TNI-Polri telah mengambil langkah cepat dengan melakukan penanganan di lokasi serta pengejaran terhadap pelaku. "Kami membenarkan adanya kejadian penembakan terhadap dua warga sipil di pintu masuk Festival Budaya Lembah Baliem. Kedua korban telah mendapatkan penanganan medis dan berdasarkan laporan awal dalam kondisi sadar," ujarnya.
Personel Polres Jayawijaya bersama Brimob saat ini masih melakukan pengejaran dan penyisiran untuk mencari pelaku. "Saat ini aparat gabungan TNI-Polri masih melakukan pengejaran terhadap pelaku. Kami juga melakukan pengamanan di sekitar lokasi untuk memastikan situasi tetap terkendali dan mencegah terjadinya gangguan keamanan lainnya," imbuh Cahyo.
Polisi masih mendalami kronologi kejadian, termasuk mengidentifikasi pelaku dan motif penembakan. "Petugas masih melakukan penyelidikan di lapangan, termasuk meminta keterangan saksi serta mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan kejadian. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mengambil kesimpulan sendiri maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi," tegasnya.
Sebagai langkah pengamanan, kegiatan Festival Budaya Lembah Baliem untuk sementara dihentikan. Penghentian ini memberikan ruang bagi aparat keamanan untuk menangani situasi dan memastikan area sekitar tetap aman. Cahyo juga mengimbau warga agar tetap tenang dan mempercayakan penanganan kepada polisi. "Kami meminta masyarakat tetap tenang, tidak terprovokasi, dan tidak menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Apabila ada yang mengetahui informasi terkait kejadian ini, segera sampaikan kepada pihak kepolisian agar dapat membantu proses pengungkapan," pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, aparat gabungan masih melakukan pengejaran terhadap pelaku serta pengamanan di sekitar lokasi.
Artikel Terkait
Polisi-TNI Buru Pelaku Penembakan di Festival Lembah Baliem
Dua Warga Terluka Akibat Penembakan OTK di Festival Lembah Baliem
Penembakan di Festival Lembah Baliem, Pengunjung Panik Berlarian
Penembakan di Sekolah Thailand, Pelajar 14 Tahun Tewaskan Delapan Orang