Di sisi lain, ada juga tawaran menarik dari Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia. Mereka mengajukan pembangunan sembilan tower, masing-masing setinggi empat lantai, dengan total 690 unit. Yang menarik, usulan ini dilengkapi dengan ruang komunal dan gedung serbaguna untuk aktivitas warga.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Jakarta Pusat sendiri sudah angkat bicara. Mereka berjanji memberikan dukungan penuh, terutama untuk memangkas birokrasi perizinan. Tujuannya satu: proyek bisa jalan tepat waktu.
Selain fokus di Senen, Kementerian PKP punya program lain untuk ibu kota. Tahun 2026 nanti, mereka menyiapkan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) sebanyak 3.100 unit rumah di wilayah DKI. Harapannya, akses terhadap rumah layak huni makin terbuka lebar.
Badan Pengaturan BUMN juga ikut bermain. Mereka berencana mengoptimalkan aset-aset negara lain untuk menduplikasi model serupa di kota-kota besar. Kawasan padat dan kumuh di perkotaan, tampaknya, jadi perhatian utama.
Pada akhirnya, rusun di Senen ini diharapkan bukan cuma jadi tempat pindah warga. Lebih dari itu, ia diidealkan sebagai contoh nyata penataan kawasan perkotaan yang lebih manusiawi: tertata, aman, dan layak ditinggali. Sebuah langkah kecil menuju ibu kota yang lebih baik.
Artikel Terkait
Pertamina Bantah Isu Kenaikan Harga Pertamax Jadi Rp 17.850
Anggota Komisi I DPR Kecam Serangan Israel yang Tewaskan Prajurit TNI di Lebanon
Maarten Paes Raih Kiper Terbaik PSSI Awards 2026, Tekankan Pentingnya Kerja Kolektif
Dua Personel UNIFIL Tewas dalam Ledakan di Lebanon Selatan