Dua Karyawan Ditangkap Usai Mayat Rekan Kerja Ditemukan Termutilasi di Freezer Bekasi

- Selasa, 31 Maret 2026 | 08:10 WIB
Dua Karyawan Ditangkap Usai Mayat Rekan Kerja Ditemukan Termutilasi di Freezer Bekasi

Bau menyengat dari freezer itulah yang pertama kali menarik perhatian. Pemilik kios ayam geprek di Serang Baru, Bekasi, baru saja pulang mudik Sabtu pagi itu. Ia langsung mengecek keadaan tokonya. Dan bau itu, amis dan tak sedap, bersumber dari lemari pendingin yang terkunci rapat.

Dibukanya pintu freezer itu. Isinya bukan ayam atau bahan makanan, melainkan jasad seorang pria, terbujur kaku. Kondisinya mengerikan: termutilasi, dengan bagian tangan dan kaki yang hilang. Korban kemudian teridentifikasi sebagai AH, atau yang akrab disapa Bedul, salah seorang karyawan di kios tersebut.

Misteri pembunuhan keji itu akhirnya mulai terungkap. Tak butuh waktu lama bagi Tim Subdit Jatanras Polda Metro Jaya. Mereka bergerak cepat. Dua hari setelah penemuan mayat, tepatnya Minggu (29/3), dua pelaku berhasil diciduk di persembunyiannya di Majalengka, Jawa Barat. Mereka adalah Saman (27) dan Aksa (23) rekan kerja korban sendiri.

Menurut sejumlah saksi, penangkapan berjalan mulus. Keduanya tak berkutik saat disergap petugas.

Sosok Korban di Mata Warga

Di lingkungan sekitar kios, kepergian Bedul benar-benar mengejutkan. Ia bukan sekadar pegawai biasa. Bagi warga seperti Ali, Bedul adalah sosok yang ramah dan mudah bergaul.

"Orangnya baik, sering mengobrol sama warga dan pedagang lain di sini," kenang Ali.

Ali mengaku baru tahu ada kejadian nahas saat kerumunan dan polisi memadati area kios sekitar jam satu siang. Ia sama sekali tak menduga bahwa kabar buruk itu menimpa Bedul, apalagi dengan cara yang begitu sadis.

"Saya baru tahu saat sudah ramai. Polisi membawa jenazah korban dengan kantung mayat," ungkapnya, masih tak percaya.

Suasana duka dan tanda tanya besar masih menyelimuti lokasi kejadian. Warga dan sesama pedagang merasa kehilangan. Sementara polisi kini masih mendalami motif di balik pembunuhan brutal yang mengakhiri hidup pria dikenal ringan tangan itu.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar