Bandara Ngurah Rai Layani 1,14 Juta Penumpang Saat Posko Lebaran 2026

- Rabu, 01 April 2026 | 05:15 WIB
Bandara Ngurah Rai Layani 1,14 Juta Penumpang Saat Posko Lebaran 2026

Bandara I Gusti Ngurah Rai di Bali baru saja melewati puncak arus mudik Lebaran. Selama 18 hari masa operasi Posko Angkutan Lebaran 2026, dari 13 hingga 30 Maret, bandara internasional itu tercatat melayani tidak kurang dari 1,14 juta penumpang. Angka ini menunjukkan kenaikan tipis, sekitar 1 persen, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

General Manager bandara, Nugroho Jati, membeberkan rinciannya. Dari total tersebut, penumpang domestik menyumbang 503 ribu orang. Sementara itu, penumpang di rute internasional justru lebih banyak, mencapai 639 ribu orang.

"Selama 18 hari masa pelaksanaan posko terpadu, PT Angkasa Pura I mencatat pelayanan kepada 1,14 juta penumpang secara keseluruhan," jelas Nugroho dalam keterangannya di Denpasar, Selasa.

Lalu, kapan puncak keramaiannya? Ternyata, arus penumpang membludak justru beberapa hari setelah Lebaran. Puncak tertinggi terjadi pada Senin, 23 Maret 2026, atau H 2, dengan 72.139 penumpang. Padahal, sebelum hari raya, puncak arus mudik terjadi pada Rabu, 18 Maret (H-3) dengan 71.442 penumpang.

"Jumlah pergerakan penumpang pada Senin, 23 Maret juga menjadi yang tertinggi sepanjang Posko Angkutan Lebaran 2026," ujar Nugroho.

Tak cuma penumpang, lalu lintas pesawat juga ikut naik. Pertumbuhannya bahkan lebih signifikan, yaitu 3 persen. Sepanjang posko 2026, terjadi 6.927 pergerakan pesawat, mengalahkan angka 6.734 pergerakan pada 2025.

Rute mana yang paling sibuk? Untuk domestik, rute dari dan ke Tangerang (Bandara Soekarno-Hatta/CGK) menduduki puncak dengan 1.400 pergerakan pesawat. Posisi berikutnya diisi Surabaya (495 pergerakan) dan Lombok (341 pergerakan). Di kancah internasional, Singapura masih jadi favorit dengan 538 pergerakan, disusul Kuala Lumpur (464) dan Perth di Australia (377).

Nugroho juga menyebut, dari total pergerakan pesawat itu, terdapat 272 penerbangan tambahan yang direalisasikan. Lagi-lagi, rute Tangerang-Bali mendominasi dengan 134 pergerakan tambahan, diikuti Surabaya (58) dan Lombok (28).

Yang patut disyukuri, seluruh keramaian ini berjalan mulus. Nugroho memastikan operasional berjalan aman, tertib, dan yang paling penting, berhasil mencapai "zero accident" alias nihil kecelakaan.

"Seluruh unsur berhasil mewujudkan status zero accident selama pelaksanaan," tegas dia.

Kesuksesan ini, menurutnya, tidak lepas dari persiapan matang. Bandara telah mengoptimalkan layanan dengan menambah personel, mengaktifkan posko pemantauan lalu lintas, dan meningkatkan frekuensi pemantauan operasional. Mereka juga gencar mengantisipasi gangguan cuaca untuk menjamin keselamatan setiap penerbangan.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar