Khutbah Jumat: Mensyukuri Kemerdekaan dengan Amal Saleh

- Kamis, 13 Agustus 2026 | 07:25 WIB
Khutbah Jumat: Mensyukuri Kemerdekaan dengan Amal Saleh

Kemerdekaan Indonesia yang ke-81 tahun bukan sekadar perayaan seremonial. Lebih dari itu, momen ini menjadi pengingat bagi setiap muslim untuk merenungkan makna kemerdekaan sejati: kemerdekaan dari segala bentuk penjajahan, termasuk hawa nafsu dan kemaksiatan. Dalam khutbah Jumat yang disampaikan oleh KH. Imam Nur Suharno, Pembina Korps Mubaligh Husnul Khotimah Kuningan, Jawa Barat, umat diajak untuk mengisi kemerdekaan dengan amal saleh dan rasa syukur yang mendalam.

KH. Imam Nur Suharno menegaskan bahwa kemerdekaan yang diraih bangsa Indonesia merupakan berkat rahmat Allah Swt. Hal ini sebagaimana tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 yang menyatakan, "Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya." Pernyataan ini, lanjutnya, menunjukkan pengakuan iman bahwa tanpa pertolongan Allah, kemerdekaan tidak akan pernah terwujud.

Dalam Al-Qur'an, Allah Swt. berfirman, "Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan" (QS. An-Nasr: 1). Ayat ini sering dikaitkan dengan peristiwa Fathu Makkah, namun juga relevan dengan perjuangan kemerdekaan Indonesia. Menurut khatib, pertolongan Allah itulah yang menjadi fondasi utama bagi setiap keberhasilan, termasuk kemerdekaan.

Lebih lanjut, khatib mengingatkan bahwa mensyukuri nikmat kemerdekaan bukan hanya dengan lisan, tetapi dengan tindakan nyata. "Mensyukuri nikmat kemerdekaan artinya mengisi kemerdekaan dengan berbagai hal positif sesuai peran dan fungsi kita masing-masing yang bermanfaat untuk kehidupan berbangsa dan bernegara," ujarnya. Hal ini diwujudkan dengan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dan syariat dalam kehidupan sehari-hari.

Allah Swt. menjanjikan tambahan nikmat bagi hamba-Nya yang bersyukur. Dalam QS. Ibrahim ayat 7, Allah berfirman, "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih." Ayat ini menjadi motivasi kuat bagi umat untuk senantiasa bersyukur, terutama di tengah kemajuan dan kemakmuran yang telah diraih.

Khatib juga mengutip QS. An-Nisa ayat 147 yang menegaskan bahwa Allah tidak akan menyiksa hamba-Nya yang bersyukur dan beriman. "Allah tidak akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman. Dan Allah Maha Mensyukuri, Maha Mengetahui." Ini menunjukkan bahwa syukur dan iman adalah perisai dari azab Allah.

Di akhir khutbah, KH. Imam Nur Suharno berdoa agar bangsa Indonesia senantiasa istikamah dalam mensyukuri nikmat kemerdekaan. "Semoga Allah Swt. senantiasa membimbing bangsa Indonesia agar istikamah mensyukuri segala nikmat-Nya melalui amal saleh serta mengisi kemerdekaan dengan kegiatan yang bermanfaat bagi umat, bangsa, dan negara," tutupnya.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags