Intinya, komunikasi harus lebih proaktif. Bukan malah keluar setelah polemik merebak.
Tak cuma juru bicara, para menteri juga dapat catatan. Idrus meminta mereka lebih cerdas lagi dalam menerjemahkan kebijakan presiden menjadi program yang mudah dipahami orang awam. Penjelasan yang sistematis dan jujur sangat dibutuhkan, termasuk soal berbagai skenario yang mungkin terjadi.
Di sisi lain, Idrus juga menyinggung situasi global yang penuh tekanan. Konflik di Timur Tengah antara AS, Israel, dan Iran, misalnya. Dampaknya pada sektor energi dan ekonomi Indonesia harus dijelaskan secara terbuka. Dengan begitu, masyarakat bisa lebih paham konteks di balik keputusan pemerintah.
Meski kritiknya cukup tajam, Idrus menegaskan satu hal: Golkar tetap solid mendukung pemerintah. Itu sesuai arahan Ketua Umum Bahlil Lahadalia. Bahkan, kader partai harus berada di depan untuk menjelaskan dan menjalankan kebijakan tersebut.
Ia menutup pernyataannya dengan penekanan pada pentingnya narasi. "Substansi penting, tapi narasi juga menentukan. Tanpa komunikasi yang jelas, kebijakan yang benar pun bisa dianggap salah," pungkasnya.
Artikel Terkait
Ramadhan Sananta Dihujat Rasis Usai Laga, Gelombang Kecaman Bergulir
Anggota DPR Nilai PP TUNAS Bentuk Perlindungan Jangka Panjang bagi Anak
17 Warga Gugat Ditreskrimum Polda Metro Jaya atas Penanganan Kasus Ijazah Jokowi
Putri Wakil DPRD Sulsel Kelola 41 Dapur Makanan Gratis Senilai Rp61,5 Miliar