Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri, melihat momen ini sebagai bagian dari transformasi ekonomi daerah.
"Panen hari ini adalah bukti nyata komitmen kita menjadikan Kutai Kartanegara sebagai lumbung pangan Kalimantan Timur. Saat ini kita memiliki 13.000 hektar lahan padi sawah produktif. Fokus ke depan adalah meningkatkan produktivitas dari 5 ton menjadi 6 ton per hektar melalui ekstensifikasi dan mekanisasi,"
ujar Bupati Aulia, Rabu (25/3/2026).
Pandangan serupa disampaikan oleh Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Yudi Sastro. Menurutnya, kunci menjaga keberlanjutan produksi ada pada peningkatan luas tambah tanam dan produktivitas.
"Peningkatan luas tambah tanam (LTT) merupakan strategi utama dalam menjaga stabilitas produksi padi, dari sisi ekstensifikasi. Dan dari sisi intensifikasi juga harus ditingkatkan, dengan meningkatkan produktivitasnya,"
jelasnya.
Untuk mendukung hal itu, Kementan tak berhenti mendorong penyediaan sarana produksi. Dukungan alat dan mesin pertanian (alsintan) terus digenjot agar efisiensi dan produktivitas petani makin naik.
Dengan meluasnya area panen raya, optimisme pemerintah cukup beralasan. Produksi padi nasional dipastikan terjaga, yang pada akhirnya akan memperkuat cadangan pangan dan menjaga stabilitas harga dalam jangka panjang. Semua bergerak, dari tingkat desa hingga nasional.
Artikel Terkait
Menteri Keuangan Setuju Efisiensi Program Makan Bergizi, Kualitas Dijamin Tak Turun
Menteri Keuangan Soroti Vendor Lelet dan Kerumitan Bermuatan Bisnis di Sistem Coretax
Kuasa Hukum Laporkan Pimpinan KPK ke Dewas Soal Tahanan Rumah Yaqut
Komnas HAM: Pemulihan Korban Penyiran Air Keras Andrie Yunus Bisa Capai Dua Tahun