Jauh dari hiruk-pikuk kota, di Kabupaten Bulukumba, ada sebuah pantai yang menyimpan lebih dari sekadar pasir putih dan air laut biru. Namanya Pantai Mandala Ria. Destinasi ini, terletak di Kecamatan Bonto Bahari, menawarkan paket lengkap: keindahan alam yang memesona dan secuil cerita sejarah yang mungkin belum banyak diketahui orang.
Untuk mencapainya, Anda perlu menempuh perjalanan sekitar 35 kilometer dari pusat Kota Bulukumba. Lokasinya tak jauh dari Tanjung Bira yang lebih terkenal itu. Tapi jangan salah, justru di sinilah pesonanya. Pantai Mandala Ria punya karakter sendiri.
Bayangkan hamparan pasir putih yang bersih, membentang lembut di bawah kaki. Lautnya jernih, memantulkan warna langit yang kerap cerah. Sepanjang garis pantai, deretan pohon kelapa melambai-lambai, menciptakan suasana tropis yang klasik dan menenangkan. Di kedua ujung pantai, batuan besar yang ditumbuhi pepohonan rindang berdiri kokoh, bagai penjaga alam yang memberikan sentuhan dramatis pada pemandangan.
Namun begitu, keunikan pantai ini tidak berhenti di permukaan. Di bagian selatan, ada fenomena alam yang menarik. Saat air laut surut, muncul sumber air tawar dari dalam tanah. Masyarakat sekitar menyebutnya dengan nama “ere Ia’bayya”. Sebuah kejutan alam di tengah hamparan laut asin.
Belum lagi dunia di bawah permukaannya. Kawasan sekitar “bili’iya” atau Apparalang adalah surga tersembunyi bagi para penyelam dan pecinta snorkeling. Terumbu karangnya masih perawan, dihuni oleh beragam biota laut berwarna-warni yang hidup bebas. Sungguh pemandangan bawah laut yang memikat.
Dari Turungan Ara ke Mandala Ria: Sebuah Jejak Sejarah
Nama Mandala Ria bukanlah nama asli. Dulu, kawasan ini lebih dikenal sebagai Turungan Ara atau Tamparang Ara. Perubahan namanya punya kaitan yang dalam dengan sejarah bangsa.
Menurut cerita, pada awal 1970-an, Kepala Desa Ara saat itu mengusulkan nama “Mandala Ria”. Usulan ini adalah bentuk penghormatan terhadap Operasi Mandala, sebuah operasi militer besar dalam upaya merebut Irian Barat.
Artikel Terkait
Warga Makassar Bentrok dengan Petugas Tolak Penggusuran Kios di Jalan Satando
Pokon, Hidangan Khas Toraja yang Sarat Makna dalam Ritual Rambu Solo
Video Viral: Juru Parkir di Makassar Acungkan Pisau Saat Bentrok dengan Warga
Pemerintah Perpanjang Batas Lapor SPT Tahunan hingga 30 April 2026