“Coba bayangkan,” tambah Amran, mencoba memberikan perbandingan. “Di Selat Hormuz yang ditutup Iran, hanya 20 persen minyak dunia yang lewat. Itu saja sudah bisa memicu ancaman krisis energi. Kalau Indonesia yang menutup ekspor CPO, dampaknya akan jauh lebih besar.”
Di sisi lain, di hadapan sekitar dua ribu saudagar itu, Amran juga membeberkan langkah nyata yang sedang dijalankan kementeriannya. Soal swasembada pangan, ia menyebut cadangan beras pemerintah sudah berada di angka 4,2 juta ton. Sebuah angka yang tak boleh berhenti di situ.
“Insyaallah pertengahan April nanti bisa naik jadi 5,1 juta ton. Ini akan jadi capaian tertinggi Indonesia,” pungkasnya penuh keyakinan. “Dan ini bukan cuma untuk kita. Ini ikut berkontribusi menurunkan harga pangan dunia.”
Pesan yang disampaikan jelas. Kolaborasi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Di tengah ancaman global, sinergi antara pemerintah dan kekuatan ekonomi para saudagar diharapkan bisa menjadi penopang yang kokoh.
Artikel Terkait
Video Viral: Juru Parkir di Makassar Acungkan Pisau Saat Bentrok dengan Warga
Pantai Mandala Ria Bulukumba: Pesona Alam dan Jejak Sejarah Operasi Mandala
Pemerintah Perpanjang Batas Lapor SPT Tahunan hingga 30 April 2026
Puncak Arus Balik Lebaran, Penumpang Bandara Tembus 583 Ribu Orang