Dalam pertemuan itu, FKUB pun merumuskan empat poin krusial sebagai landasan gerakan. Poin pertama menegaskan kembali peran strategis FKUB sebagai wadah komunikasi dan mitra pemerintah dalam merawat toleransi.
Kedua, ada komitmen untuk menjaga kelestarian adat dan budaya Toraja. Mereka ingin memastikan warisan leluhur itu tetap sejalan dengan nilai agama, dan menolak segala praktik yang bisa mencederai kesuciannya.
Lalu, poin ketiga jelas dan tegas: penolakan total terhadap segala bentuk perjudian, hiburan tak sehat, dan narkoba. Ini dianggap musuh bersama yang jelas-jelas dilarang agama.
Terakhir, FKUB mendesak pemerintah daerah dan aparat hukum untuk bertindak. Tegas, dan tanpa pandang bulu. Tujuannya jelas: menjaga ketertiban dan menyelamatkan masa depan generasi muda Toraja dari ancaman ini.
Harapannya, pernyataan sikap ini bisa jadi pengingat bagi semua pihak. Agar lebih waspada, dan bersama-sama menjaga lingkungan dari penyakit sosial yang mengancam sendi-sendi kehidupan di Tana Toraja.
Artikel Terkait
Amran Serukan Kolaborasi Saudagar Hadapi Ancaman Krisis Pangan Global
Puncak Arus Balik Lebaran, Penumpang Bandara Tembus 583 Ribu Orang
BMKG Peringatkan Hujan Lebat Berpotensi Banjir dan Longsor di Sulsel Tiga Hari ke Depan
Kepala BAIS Letjen Yudi Abrimantyo Mundur, TNI Tegaskan Komitmen Penegakan Hukum