Maka, kegiatan seperti open house diminta untuk dilaksanakan dengan kesederhanaan. Gaya yang berlebihan dan menghambur-hamburkan anggaran sebaiknya dihindari. Langkah ini diharapkan bukan sekadar instruksi, tapi benar-benar mencerminkan empati pemerintah terhadap keadaan riil di masyarakat.
Fokus pada Kelancaran Mudik
Di sisi lain, perhatian pemerintah juga tercurah pada arus mudik Lebaran 2026. Dalam kesempatan yang sama, Prasetyo menyebutkan bahwa pemantauan terus dilakukan.
Memang ada beberapa titik yang padat, contohnya di Pelabuhan Gilimanuk, Bali. Tapi secara garis besar, situasi mudik dinilai cukup lancar. Petugas di lapangan disebut masih terus bekerja keras mengurai kemacetan dan memendekkan antrean yang ada.
Apresiasi pun disampaikan ke banyak pihak. Kepolisian, TNI, dan Kementerian Perhubungan dapat pujian atas kerja samanya. Peran BUMN seperti Pelindo, ASDP, dan Jasa Marga juga dianggap sangat krusial dalam menopang kelancaran perjalanan pemudik.
Tak lupa, masyarakat juga diapresiasi. Kebijaksanaan mereka dalam mengatur waktu keberangkatan dinilai membantu mencegah penumpukan arus di satu hari tertentu. Semuanya bekerja bersama, dan hasilnya bisa dirasakan.
Artikel Terkait
BI Pertahankan Suku Bunga Acuan 4,75% untuk Antisipasi Dampak Gejolak Global
Mentan Amran Borong Takjil Pedagang di Bone, Bagikan Gratis ke Warga
Pemerintah Kaji Pemotongan Gaji Pejabat hingga Anggota DPR
Remaja Tewas, Dua Luka Berat dalam Tabrakan Motor di Pandeglang