“Komitmen kami sederhana: berikan pelayanan terbaik,” kata Edyansyah.
“Kami pastikan pasokan listrik andal sepanjang Ramadan dan Lebaran.”
Dari angka pun terlihat nyaman. Daya mampu pembangkit di sistem Sulbagsel mencapai 2.285 MW. Sementara itu, perkiraan beban puncak ‘hanya’ 1.718 MW. Artinya, ada selisih cadangan daya yang cukup besar, sekitar 567 MW. Cadangan ini jadi buffer yang lumayan untuk mengantisipasi jika tiba-tiba ada lonjakan permintaan.
Tak cuma mengandalkan manusia, peralatan pendukung juga disiapkan secara masif. Mulai dari ratusan genset, puluhan UPS dan gardu bergerak, belasan crane, hingga ratusan kendaraan operasional. Bahkan, ada sepuluh tim khusus yang siap menangani gangguan tanpa perlu memadamkan listrik teknik yang dikenal sebagai Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB).
Yang menarik, perhatian juga diberikan pada tren terbaru: pemudik dengan kendaraan listrik. Untuk mereka, PLN telah menyebar 69 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di 53 lokasi. Harapannya, para pengguna mobil atau motor listrik tidak perlu cemas soal daya saat mudik Lebaran.
Dengan seabrek persiapan ini, Edyansyah tampak optimistis. Ia berharap masyarakat bisa menjalani ibadah puasa dan merayakan Idulfitri dengan tenang, tanpa khawatir listrik padam.
“Kami ingin semua lapisan masyarakat merasakan pelayanan yang prima,” tutupnya.
“Semoga Lebaran tahun ini penuh berkah dan kebahagiaan untuk kita semua.”
Artikel Terkait
Kapolri Buka Posko Pengaduan Khusus Kasus Penyiraman Aktivis KontraS
Cak Imin Prihatin, Bupati Cilacap Tersangka KPK Diduga Targetkan Dana Rp750 Juta
Andrea Kimi Antonelli Raih Kemenangan Perdana F1 di Shanghai, Mercedes Dominasi Podium
Lebih dari 24 Ribu Jemaah Umrah Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air