Semua data itu kemudian bertemu di layar monitor Command Center di Pos Terpadu Operasi Ketupat Rest Area KM 29. Informasi di layar itulah yang jadi dasar analisis dan penentuan kebijakan pengaturan lalu lintas selama masa puncak mudik.
Salah satu sistem kunci yang dipakai adalah Aplikasi K3I (Kendali, Koordinasi, Komunikasi, dan Informasi). Aplikasi berbasis peta digital ini memuat segudang info penting seputar jalur mudik. Lewat aplikasi ini, petugas bisa memantau titik-titik strategis: mulai dari lokasi personel yang sedang patroli, jaringan CCTV, hingga pos pengamanan dan pos pelayanan.
Tak cuma itu, aplikasi tersebut juga menampilkan fasilitas pendukung perjalanan. Misalnya, lokasi SPBU, tempat ibadah, pintu tol, dan titik wisata. Bahkan titik rawan macet atau area blank spot yang sulit sinyal pun bisa terpantau.
Informasi lain yang tersedia juga cukup lengkap. Mulai dari lokasi kantor polisi di tingkat Polda dan Polres, simpul transportasi seperti bandara dan pelabuhan, hingga rumah sakit di sepanjang rute mudik. Detail rute mudik tiap wilayah pun ikut ditampilkan.
Di sisi lain, layar monitor Command Center KM 29 juga memadukan jaringan CCTV dari National Traffic Management Center (NTMC) dan CCTV milik Jasa Marga di berbagai ruas tol. Integrasi berbagai sumber ini memungkinkan pemantauan yang benar-benar komprehensif dari satu tempat.
Dan jangan lupa dengan drone ETLE. Teknologi ini berfungsi untuk penindakan pelanggaran lalu lintas secara elektronik. Cara kerjanya memungkinkan penegakan hukum tetap berjalan, tanpa harus menghentikan kendaraan pelanggar di tengah kemacetan. Cukup efektif, bukan?
Artikel Terkait
BGN Hentikan Sementara Ratusan Dapur MBG di Indonesia Timur karena Tak Miliki Sertifikat Higiene
Bayer Leverkusen dan Bayern Munich Imbang 1-1 dalam Laga Panas Penuh Drama VAR
Putri Kusuma Wardani Amankan Tiket Final Swiss Open 2026
Komisaris Tinggi HAM PBB Kecam Serangan Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus