Sabtu lalu (14/3/2026), suasana di kawasan Menteng terasa berbeda. Di tengah hiruk-pikuk ibu kota, sebuah ruang hijau baru akhirnya dibuka. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri secara resmi membuka Taman Bendera Pusaka untuk publik. Acara sederhana namun penuh makna itu turut dihadiri Wakil Gubernur Rano Karno.
Kehadiran Megawati tentu punya arti khusus. Di tengah taman yang asri itu, berdiri tegak patung sang ibu, Fatmawati Soekarno. Beliau adalah istri Proklamator sekaligus penjahit bendera pusaka pertama. Rasanya tepat sekali, menempatkan sosoknya di taman yang mengusung nama bendera kebangsaan kita.
Pramono, dalam sambutannya, tak lupa mengucapkan terima kasih. "Hari ini kita semua dapat berkumpul dalam rangka peresmian Taman Bendera Pusaka dan Patung Fatmawati," ujarnya.
Ia lalu menambahkan, "Saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh kolaborator yang berkontribusi mendukung penyelesaian pembangunan Taman Bendera Pusaka dan Patung Ibu Fatmawati."
Menurutnya, pencapaian ini buah dari kerja sama banyak pihak. Tak cuma Pemprov DKI, tapi juga melibatkan BUMN, para seniman pematung, arsitek, dan banyak lagi.
Di sisi lain, Pramono juga menyelipkan kabar baik tentang perkembangan Jakarta. Di hadapan Megawati, ia melaporkan bahwa posisi Jakarta dalam indeks kota global merangkak naik. Dari peringkat 74, kini berada di posisi 71 dari 156 kota dunia.
"Kami laporkan Ibu Mega, Jakarta ketika saya dan Bang Dul menjabat, rankingnya nomor 74 dari 156 kota dunia," tuturnya.
Yang cukup membanggakan, infrastruktur transportasi ibu kota sekarang menempati peringkat ke-17 terbaik secara global. "Sekarang ini sudah naik menjadi 71 dari 156. Termasuk di dalamnya adalah infrastruktur transportasinya, Jakarta sekarang sudah menjadi nomor 17 terbaik dunia," jelas Pramono lebih lanjut.
Posisi itu, sambungnya, bahkan mengalahkan banyak kota besar ASEAN. "Di ASEAN hanya kalah dari Singapura, sekarang Jakarta sudah lebih baik daripada Manila, Bangkok, Kuala Lumpur, Hanoi, dan sebagainya."
Taman seluas 5,6 hektare ini memang dirancang untuk warga. Ada jogging track sepanjang 1,2 kilometer buat yang hobi lari. Juga tersedia lapangan tenis, lapangan serba guna, dan bahkan satu lapangan padel yang bisa dipakai gratis asal mendaftar dulu. Oh ya, taman burung yang sebelumnya ada di lokasi ini juga sudah direlokasi dengan penataan yang lebih baik.
Nuansa naratifnya kuat di sini. Danau buatan menghiasi bagian tengah, dengan patung Fatmawati yang digambarkan sedang menjahit bendera Merah Putih. Yang langsung mencuri perhatian adalah sebuah jembatan penghubung berwarna merah terang, melintang di atas danau. Jembatan itu sudah jadi ikon baru kawasan ini.
Tak cuma untuk rekreasi, taman ini juga membuka peluang. Pramono menyebut ada enam tempat usaha yang akan dikelola oleh pelaku UMKM setempat. Fasilitas sosial kecil di taman juga bisa dinamai menurut penyumbangnya, sebagai bentuk apresiasi.
"Dengan menempatkan Patung Ibu Fatmawati di area Taman Bendera Pusaka, kami ingin memberikan penghargaan pada sosok yang berjasa besar bagi bangsa," beber Gubernur mengenai filosofi penempatan patung.
Pada akhirnya, taman ini adalah tentang menyatukan ruang dan sejarah. Taman Bendera Pusaka sendiri merupakan gabungan dari tiga taman sebelumnya: Taman Langsat, Taman Ayodya, dan Taman Leuser. Hasilnya adalah ruang hijau yang modern, inklusif, dan ramah untuk segala usia.
Sebelum menutup acara, Pramono pun memohon restu. "Seizin Ibu Megawati, saya akan meresmikan taman ini. Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, Taman Bendera Pusaka dan Patung Fatmawati saya resmikan."
Harapannya jelas. "Semoga dapat memberikan manfaat bagi seluruh warga serta menjadikan Kota Jakarta semakin hijau, lestari, dan berkelanjutan," katanya menutup sambutan.
Untuk masyarakat yang penasaran, taman ini mulai dibuka untuk umum pada Minggu, 15 Maret 2026. Aksesnya 24 jam. Jadi, siapa pun bisa datang kapan saja untuk menikmati suasana hijau dan napak tilas sejarah di tengah kota.
Artikel Terkait
Kanselir Jerman Kecam AS dan Israel karena Meremehkan Kekuatan Iran
Transjakarta Sediakan Shuttle Gratis untuk Penumpang KRL Terdampak Kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur
Lima Tim Kuda Hitam yang Siap Jadi Kejutan di Piala Dunia 2026
Wagub Jakarta Rano Karno Melayat Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi, Pastikan Bantuan Pemprov Mengalir