Pramono dan Megawati Resmikan Taman Bendera Pusaka di Menteng

- Minggu, 15 Maret 2026 | 01:00 WIB
Pramono dan Megawati Resmikan Taman Bendera Pusaka di Menteng

Sabtu lalu (14/3/2026), suasana di kawasan Menteng terasa berbeda. Di tengah hiruk-pikuk ibu kota, sebuah ruang hijau baru akhirnya dibuka. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri secara resmi membuka Taman Bendera Pusaka untuk publik. Acara sederhana namun penuh makna itu turut dihadiri Wakil Gubernur Rano Karno.

Kehadiran Megawati tentu punya arti khusus. Di tengah taman yang asri itu, berdiri tegak patung sang ibu, Fatmawati Soekarno. Beliau adalah istri Proklamator sekaligus penjahit bendera pusaka pertama. Rasanya tepat sekali, menempatkan sosoknya di taman yang mengusung nama bendera kebangsaan kita.

Pramono, dalam sambutannya, tak lupa mengucapkan terima kasih. "Hari ini kita semua dapat berkumpul dalam rangka peresmian Taman Bendera Pusaka dan Patung Fatmawati," ujarnya.

Ia lalu menambahkan, "Saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh kolaborator yang berkontribusi mendukung penyelesaian pembangunan Taman Bendera Pusaka dan Patung Ibu Fatmawati."

Menurutnya, pencapaian ini buah dari kerja sama banyak pihak. Tak cuma Pemprov DKI, tapi juga melibatkan BUMN, para seniman pematung, arsitek, dan banyak lagi.

Di sisi lain, Pramono juga menyelipkan kabar baik tentang perkembangan Jakarta. Di hadapan Megawati, ia melaporkan bahwa posisi Jakarta dalam indeks kota global merangkak naik. Dari peringkat 74, kini berada di posisi 71 dari 156 kota dunia.

"Kami laporkan Ibu Mega, Jakarta ketika saya dan Bang Dul menjabat, rankingnya nomor 74 dari 156 kota dunia," tuturnya.

Yang cukup membanggakan, infrastruktur transportasi ibu kota sekarang menempati peringkat ke-17 terbaik secara global. "Sekarang ini sudah naik menjadi 71 dari 156. Termasuk di dalamnya adalah infrastruktur transportasinya, Jakarta sekarang sudah menjadi nomor 17 terbaik dunia," jelas Pramono lebih lanjut.

Posisi itu, sambungnya, bahkan mengalahkan banyak kota besar ASEAN. "Di ASEAN hanya kalah dari Singapura, sekarang Jakarta sudah lebih baik daripada Manila, Bangkok, Kuala Lumpur, Hanoi, dan sebagainya."

Editor: Raditya Aulia


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar