Final Campeonato Mineiro antara Cruzeiro dan Atlético Mineiro, Minggu lalu, benar-benar tak terlupakan. Bukan cuma karena pertandingannya yang sengit, tapi lebih karena keributan besar yang memaksa wasit mengacungkan kartu merah sebanyak 23 kali. Bayangkan saja, hampir seluruh bangku cadangan kosong! Meski berakhir kacau, Cruzeiro berhasil membawa pulang trofi dengan skor tipis 1-0.
Gol penentu datang dari kaki Kaio Jorge. Striker muda itu mencetak gol tunggal di babak pertama, yang akhirnya menjadi pembeda di laga panas ini. Sejak bola itu masuk, tekanan dari Atlético Mineiro datang bertubi-tubi. Mereka punya Hulk, tentu saja, yang terus menggedor pertahanan Cruzeiro. Tapi Raposa julukan Cruzeiro bertahan mati-matian. Pertahanan mereka kokoh, meski napas mulai tersengal-sengal menahan gempuran.
Namun begitu, drama sesungguhnya baru pecah di masa injury time. Ketegangan yang sudah mengendap sepanjang laga akhirnya meledak. Sebuah bentrokan kecil di kotak penalti tiba-tiba berubah jadi perkelahian massal. Pemain, pelatih, bahkan staf medis dari kedua kubu turun ke lapangan, saling serang. Suasana langsung jadi mencekam.
Wasit, di tengah kekacauan itu, tak punya pilihan lain. Dia mengeluarkan kartu merah. Satu per satu. Tak tanggung-tanggung, total 23 pemain dan ofisial diusir dari lapangan. Rekor yang mungkin baru pertama terjadi di final Mineiro. Lapangan yang tadinya ramai, mendadak sepi, hanya tersisa sejumlah pemain yang kebingungan.
Artikel Terkait
Mantan Pj Gubernur Sulsel Ditahan Terkait Dugaan Korupsi Bibit Nanas Rp60 Miliar
Imsak Jogja Hari Ini Pukul 04.18 WIB, Disusul Subuh 10 Menit Kemudian
Tenaga Honorer Pemkab Tambrauw Tewas Ditusuk, Polisi Bantah Isu Tembakan
Rumor Pengunduran Diri Tim-Tim Besar Hantui Piala Dunia 2026, Belum Ada Konfirmasi Resmi