Di sisi lain, pemerintah menyadari ada beragam pandangan masyarakat soal langkah ini. Menteri Agraria dan Tata Ruang sekaligus Ketua MUI Bidang Penanggulangan Bencana, Nusron Wahid, menyebut pemerintah terbuka terhadap kritik. Namun, diplomasi diyakini sebagai jalan terbaik.
Pandangan serupa datang dari Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf. Ia melihat peluang besar. Keberadaan Indonesia di forum itu bisa jadi instrumen untuk meredakan ketegangan, termasuk konflik yang melibatkan Iran, AS, dan Israel.
Yahya optimis. Meski masih tahap awal, keterlibatan Indonesia bersama negara-negara Timur Tengah membuka jalan bagi upaya diplomasi perdamaian. Forum BoP justru bisa dialihfungsikan menjadi wahana pendorong deeskalasi.
Intinya, silaturahmi malam itu lebih dari sekadar pertemuan. Presiden Prabowo menekankan pentingnya komunikasi dan persatuan nasional dalam menghadapi dinamika global yang kompleks. Dengan dukungan moral dari para ulama dan tokoh agama, langkah diplomasi Indonesia untuk perdamaian, khususnya bagi Palestina, diharapkan bisa lebih kuat lagi.
Artikel Terkait
Pagar Proyek Sekolah Rakyat di Takalar Roboh, Diduga Akibat Pondasi Lemah
Pemerintah Buka Pendaftaran Tiket Kapal Gratis untuk Mudik Lebaran 2026
Istri Kasat Narkoba Toraja Utara Mohon Maaf dan Keringanan Hukuman di Sidang Etik
Sidang Etik Ungkap Dugaan Kesepakatan Polisi dengan Bandar Narkoba di Toraja Utara