IAEA: Iran Belum Miliki Program Senjata Nuklir, Namun Pengayaan Uranium Capai Level Mengkhawatirkan

- Kamis, 05 Maret 2026 | 15:00 WIB
IAEA: Iran Belum Miliki Program Senjata Nuklir, Namun Pengayaan Uranium Capai Level Mengkhawatirkan

Laporan terbaru dari badan pengawas nuklir PBB, IAEA, membawa angin segar sekaligus kecemasan. Intinya begini: para inspektur mereka belum menemukan bukti bahwa Iran punya program senjata nuklir yang terkoordinasi. Pernyataan ini datang langsung dari sang Direktur Jenderal, Rafael Grossi, dalam sebuah wawancara dengan NBC News, Selasa lalu.

“Kami belum mengidentifikasi unsur-unsur program sistematis dan terstruktur untuk memproduksi senjata nuklir di Iran,” tegas Grossi.

Ucapannya itu jelas sebuah sanggahan, menanggapi tuduhan berulang dari Israel dan Amerika Serikat yang selama ini menuding Teheran mengembangkan bom secara rahasia.

Tapi, jangan salah. Di balik pernyataan yang agak menenangkan itu, ada catatan serius yang bikin was-was. Grossi menyoroti peningkatan pengayaan uranium Iran yang ia sebut "signifikan". Negeri itu telah berhasil memperkaya uranium hingga kemurnian 60 persen. Angka yang, menurutnya, jauh melampaui kebutuhan untuk pembangkit listrik sipil biasa.

“Pengayaan semacam itu adalah sesuatu yang hanya dimiliki oleh negara-negara dengan senjata nuklir,” ujarnya lagi.

Sentrifuganya terus berputar, menghasilkan material yang makin banyak. Secara teori, stok uranium yang sudah diperkaya itu cukup untuk membuat lebih dari sepuluh hulu ledak nuklir. Namun begitu, Grossi dengan tegas menyimpulkan, “Tetapi apakah mereka memilikinya? Tidak.”

Editor: Redaksi MuriaNetwork


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar