Inggris Tegaskan Drone Serang Pangkalan Udara di Siprus Bukan dari Iran

- Kamis, 05 Maret 2026 | 17:55 WIB
Inggris Tegaskan Drone Serang Pangkalan Udara di Siprus Bukan dari Iran

Dini hari yang sunyi di pangkalan udara Akrotiri, Siprus, tiba-tiba pecah. Sebuah drone yang punya kemiripan mencolok dengan model Shahed buatan Iran, berhasil menyusup. Yang menarik, ia lolos dari radar canggih yang menjaga pangkalan Angkatan Udara Inggris itu.

Responsnya cepat. Jet tempur Typhoon dan bahkan enam F-35, yang termasuk paling mutakhir di dunia, langsung dikerahkan. Misi mereka satu: menghancurkan ancaman itu.

Untungnya, kerusakan yang ditimbulkan terbatas. Menurut para pejabat setempat, hanya sebuah hanggar pesawat di dekat landasan pacu yang mengalami kerusakan.

Namun begitu, kejadian ini punya konteks yang panas. Serangan drone itu terjadi hanya beberapa hari setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan skala besar ke Iran. Serangan yang, seperti dilaporkan, menewaskan ratusan orang itu terjadi pada akhir pekan sebelumnya.

Lalu, dari mana drone itu datang? Pertanyaan ini jadi pusat perhatian.

Kementerian Pertahanan Inggris akhirnya angkat bicara. Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Rabu (4/3), mereka memberikan klarifikasi penting.

"Kementerian Pertahanan Inggris dapat mengonfirmasi bahwa drone mirip Shahed yang menargetkan RAF Akrotiri pada tengah malam, tanggal 2 Maret, tidak diluncurkan dari Iran,"

Begitu bunyi penegasan resmi mereka, seperti dikutip media.

Di sisi lain, aktivitas militer Inggris di kawasan tetap berjalan. Pernyataan itu juga menyebutkan bahwa semalam, jet tempur RAF Typhoon dan F-35B melanjutkan operasi defensif di seluruh Timur Tengah. Mereka didukung oleh pesawat pengisian bahan bakar Voyager, semua untuk membela kepentingan Inggris dan sekutunya.

Jadi, meski bentuk dronenya mirip, asal-usulnya bukan dari Iran. Sebuah penegasan yang justru membuka lebih banyak pertanyaan tentang siapa sebenarnya di balik serangan itu.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar