Program Makan Bergizi Gratis Ditekankan untuk Bentuk Karakter Siswa

- Kamis, 05 Maret 2026 | 18:00 WIB
Program Makan Bergizi Gratis Ditekankan untuk Bentuk Karakter Siswa

Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah ternyata punya tujuan yang lebih luas. Bukan cuma sekadar mengisi perut siswa, tapi juga membentuk karakter mereka. Hal ini ditegaskan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti.

Menurutnya, MBG ini sengaja dirancang terintegrasi dengan gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Jadi, selain makan sehat, ada juga kebiasaan baik lain yang didorong, seperti bangun pagi, beribadah, sampai tidur cepat.

“Program MBG membantu meningkatkan motivasi belajar siswa, memberikan pengalaman menyenangkan saat makan bersama, serta memberi kesempatan bagi siswa dari kelompok sosial ekonomi rendah untuk memperoleh pangan bergizi,” kata Abdul Mu’ti, Kamis (5/3/2026).

Dari segi cakupan, angka yang dicapai terbilang masif. Secara nasional, program ini sudah menjangkau sekitar 49,6 juta siswa. Itu artinya, 93 persen dari total murid di Indonesia yang tersebar di ratusan ribu sekolah. Pemerintah juga tak hanya bagi-bagi makanan. Modul edukasi dan pedoman implementasi yang menyatu dengan pendidikan karakter sudah disebarkan ke berbagai sekolah.

Di sisi lain, ada kabar soal anggaran. Untuk tahun 2026, anggaran pendidikan diproyeksikan melonjak hingga di atas Rp100 triliun. Dana segitu rencananya akan dipakai untuk merevitalisasi puluhan ribu sekolah. Penguatan digitalisasi pembelajaran juga jadi prioritas, salah satunya lewat pemasangan Papan Interaktif Digital atau Interactive Flat Panel (IFP).

Soal gizi ini, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, punya pandangan yang tegas.

Ia menyoroti betapa krusialnya asupan gizi untuk membentuk SDM unggul. Menurut Zulkifli, pengaruhnya langsung ke tingkat kecerdasan.

“SDM unggul ditentukan oleh asupan yang cukup. Sebagus apa pun sekolahnya, jika anak kekurangan gizi atau mengalami stunting, tingkat kecerdasannya akan rendah,” ujarnya.

Menutup pernyataannya, Abdul Mu’ti menegaskan komitmen evaluasi. Pemerintah akan terus memperbaiki program ini jika ditemui kendala di lapangan.

“Jika ada kendala dalam implementasi MBG, kami akan terus memperbaikinya demi memastikan seluruh anak Indonesia mendapatkan hak gizi yang layak sekaligus pendidikan karakter yang baik,” pungkasnya.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar