Di sisi lain, operasi pasar juga akan dimaksimalkan. Andi Akmal menginstruksikan agar kerja sama dengan dinas terkait dan Bulog diperkuat. Tujuannya, menyediakan barang-barang pokok mulai dari beras, daging, hingga telur dengan harga yang lebih wajar, bahkan di bawah pasaran.
Kolaborasi antar instansi juga ditegaskan kembali. Menurut Wabup, sinkronisasi data atau ‘satu data’ mutlak diperlukan. Kebijakan pengendalian inflasi harus berdasar pada informasi yang akurat dan sama, tidak boleh tumpang-tindih.
“Kami berharap stok bahan pangan tidak diperjualbelikan ke luar daerah agar tidak terjadi lonjakan atau permainan harga sembako di masyarakat Kabupaten Bone,” tegasnya lagi.
Nada tegasnya jelas. Pemerintah tak ingin ada spekulasi atau permainan yang merugikan warga.
Untuk beberapa pekan ke depan, monitoring dan evaluasi akan dilakukan secara berkala. Pemantauan harga akan berlangsung sepanjang Ramadhan hingga Idul Fitri nanti. Pengawasan terhadap kemungkinan penimbunan juga tak akan kendor. Sebab, praktik semacam itu bisa memicu kelangkaan dan kenaikan harga yang sulit dikendalikan.
“Kami akan memastikan ketersediaan bahan pokok mencukupi selama bulan suci Ramadhan hingga Lebaran, sekaligus menjamin kualitas pangan yang aman, sehat, dan higienis bagi masyarakat,” pungkas Andi Akmal menutup rapat.
Semua langkah itu diambil dengan satu harapan: masyarakat Bone bisa menjalani ibadah dan merayakan hari raya dengan tenang, tanpa dibebani kekhawatiran akan harga sembako yang melambung tinggi.
Artikel Terkait
Gol Injury Time Borneo FC Gagalkan Kemenangan Persija di Jakarta
Menkumham Yusril Kritik Parliamentary Threshold di Seminar Partai Nonparlemen
Pemerintah Pastikan Bonus Lebaran 2026 untuk Driver Ojol Cair Lebih Awal
Fiersa Besari Unggah Bukti Setoran Pajak Rp129 Juta, Tegaskan Kewajiban Wajib Pajak