Stiker Wajah di Karung Beras Bencana: Bantuan atau Kampanye Terselubung?

- Minggu, 07 Desember 2025 | 06:00 WIB
Stiker Wajah di Karung Beras Bencana: Bantuan atau Kampanye Terselubung?

Bayangkan saja, 50 ton beras medium. Kalau dihitung kasar dengan asumsi harga Rp12.000 per kilogram, nilainya bisa mencapai Rp600 juta. Jumlah yang fantastis, bukan? Tapi yang bikin miris, uang sebanyak itu bukan berasal dari kocek pribadi. Itu jelas uang negara uang rakyat yang cuma ditempeli stiker pribadi.

Di sisi lain, coba bandingkan dengan kasus Ferry Irwandi yang nilainya tembus lebih dari Rp10 miliar. Nominalnya jauh lebih besar, tapi setahu publik, tak ada satu pun stiker nama dia yang menempel di sana. Gimana ini?

"

Nah, sekarang kita mulai paham. Mungkin ini salah satu alasan kenapa bantuan pemerintah pusat terasa lambat sampai ke lokasi bencana di Sumatera. Kegiatan menempel stiker bergambar wajah calon tertentu di karung beras rupanya makan waktu juga. Ya, lucu sekaligus menyedihkan.

Bencana alam seharusnya bukan panggung politik. Pemilu masih lama, tapi sepertinya ada yang sudah tak sabar menjadikan duka orang lain sebagai ajang kampanye. Alih-alih meninggalkan kesan baik, bantuan berstiker seperti justru menurunkan kredibilitas. Jatuh kelas, jadi terlihat sama saja seperti politisi lain yang dianggap pencitra.

(Joko Intarto)

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler