Di sisi lain, pasar ini tak cuma dipersiapkan sebagai tempat jual-beli. Visinya lebih luas: menjadi ruang publik dan titik kumpul bagi generasi muda. Syaharuddin juga berpesan keras soal aturan. Ia meminta seluruh pedagang patuh pada pengelola, terutama dalam hal keamanan dan kebersihan.
Pesan lain yang ia sampaikan berkaitan dengan kebiasaan belanja. Dengan bangga ia menyebut peningkatan produksi padi di Sidrap. Ia mengajak warga yang punya hajatan untuk berbelanja di daerah sendiri. Tujuannya sederhana: menggerakkan roda ekonomi lokal. Tak lupa, ia mengingatkan bahwa kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama.
Ramadan Fair sendiri berlangsung cukup meriah. Bazar ramai dengan penjual aneka kebutuhan. Ada lomba makan durian yang mengundang gelak tawa, juga pemeriksaan kesehatan gratis oleh tim Puskesmas Tanrutedong. Antusiasme masyarakat terlihat jelas.
Harapannya, gelaran seperti ini tak cuma seremonial. Ia diharapkan bisa terus memacu pertumbuhan ekonomi sekaligus merajut kebersamaan di tengah nuansa Ramadan yang penuh berkah.
Artikel Terkait
Penerapan Pasal Obstruction of Justice dalam UU Tipikor Dikritik Brutal oleh Pengacara
Gerhana Bulan Total Warnai Langit Makassar Bertepatan dengan Buka Puasa
Bupati Sidrap Ajak Warga Perbanyak Zakat dan Sedekah Usai Panen Menggembirakan
Sopir Truk Tewas Usai Benturan dengan Forklift di Dermaga Ciwandan