Partai ini juga mendesak penghentian operasi militer yang berpotensi memicu perang lebih luas. Mereka menuntut komunitas internasional untuk konsisten, berhenti main standar ganda dalam menegakkan hukum. "Pemerintah Indonesia diharap mengambil langkah diplomasi aktif yang berani," desak Ary.
Tak cuma soal politik, dampak praktisnya ke rakyat juga jadi perhatian. Gema Bangsa mendorong pemerintah bertindak nyata melindungi WNI dan menjaga stabilitas ekonomi nasional. Soalnya, gejolak konflik global bakal langsung terasa: harga energi melonjak, beban subsidi membengkak, nilai tukar rupiah tertekan, dan daya beli rakyat merosot. Rakyat Indonesia tidak boleh menjadi korban dari ambisi geopolitik yang tak mereka ciptakan.
Sebagai informasi, serangan AS dan Israel ke Iran sendiri sudah berlangsung sejak Sabtu, 28 Februari 2026. Rudal-rudal menghujani target militer hingga sipil di berbagai wilayah Iran. Korban jiwa berjatuhan, mencapai ratusan. Bahkan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Seyed Ali Khamenei, dilaporkan wafat akibat serangan tersebut.
Artikel Terkait
Wapres Keenam RI Try Sutrisno Wafat, Pramono Anung Kenang Sosok Teguh Penjaga Pancasila
Minibus Tercebur ke Irigasi di Lampung Timur, 4 Korban Dilarikan ke RS
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Makassar 2-3 Maret 2026
BEM UGM Sebut Kemarahan ke Prabowo Akumulasi Kritik yang Tak Didengar