"Kalau yang pedagang, ya Kita harus ciptakan tempat berdagangan yang bersih dan baik. Kita harus ingatkan Bupati, Walikotanya untuk supaya mendukung pasar-pasar tradisional," tegasnya.
Menurut Sudaryono, keberlangsungan pasar tradisional ini bergantung pada dua hal: stok yang tersedia dan harga yang adil. Dengan begitu, rakyat kecil yang paling merasakan manfaatnya.
"Pasar tradisional harus kita lindungi, stoknya juga harus dalam keadaan baik dan harganya juga harus dalam keadaan baik. Sehingga rakyat tidak boleh dirugikan," terangnya, yang juga dikenal sebagai Ketua Dewan Pembina PAPERA.
Tak cuma imbauan, ada instruksi tegas. Sudaryono meminta anggotanya berani melaporkan praktik curang di lapangan. Mulai dari penjualan di atas HET hingga aksi penimbunan barang yang jelas-jelas merugikan masyarakat.
"Kalau ada di antara kita ada sembako dibayar atau dibeli dengan harga di atas harga eceran tertinggi, laporkan. Kalau ternyata ada orang nimbun, orang nimbun itu melanggar, terpaksa, mohon maaf, kita harus jadi corong, kita laporkan duluan karena itu merugikan kepentingan rakyat," tegasnya lagi, yang juga menjabat Ketua Dewan Pembina Tani Merdeka.
Di akhir, ia menekankan tujuan besar organisasi: menciptakan kesejahteraan merata untuk petani, pedagang, dan pelaku UMKM. Caranya? Turun langsung ke lapangan, cari masalah, dan selesaikan.
"Tugas kita adalah mencari masalah. Kita cari masalah, kita temukan masalahnya, dan kita selesaikan masalah itu," pungkas Sudaryono menutup pertemuan.
Artikel Terkait
Kementan Tegaskan Komitmen Jaga Peternak dan Pertahankan HET
Dua Pria Bersenjata Celurit Rampok Minimarket di Palangka Raya
Lechumanan Desak Polisi Tahan Roy Suryo, Kubu Jokowi Serahkan ke Jalur Hukum
Kedai Baca di Bone Jadi Favorit Ngabuburit Ramadan, Fasilitas Lengkap dan Gratis