Panasnya perdebatan antara Menteri HAM Natalius Pigai dan Guru Besar UGM Zainal Arifin Mochtar atau yang akrab disapa Uceng, terus menjalar di media sosial. Semuanya berawal dari respons Pigai terkait pernyataan Ketua BEM UGM soal program makan bergizi gratis. Dari situ, percikan api debat pun menyala.
Tak lama berselang, Zainal Arifin Mochtar menanggapi lewat akun X-nya, @zainalamochtar. Cuitannya berisi ajakan terbuka.
“Pak @NataliusPigai2, saya setuju dengan Bapak. Sering kali profesor itu dibesar-besarkan saja. Saya izin mau belajar memahami HAM dari Bapak. Saya mau diskusi dan debatkan satu per satu kasus HAM di Indonesia yang katanya Bapak sudah amat pahami itu. Sebut saja kapan dan di mana bisa belajar,” tulis Uceng pada Kamis lalu.
Pigai pun langsung menyambut tantangan itu. Tapi, ia punya syarat. Debat harus digelar terbuka dan disiarkan langsung oleh televisi nasional. “Anda yang undang, maka saya meminta Anda yang siapkan. Kita bicara dalam tataran ilmiah. Saya benar-benar mau ajari Anda soal HAM agar paham,” tegas Pigai.
Di sisi lain, Uceng justru balik menyerahkan urusan teknis itu. Ia mengaku tak punya kewenangan mengatur siaran TV dan berharap ada pihak lain yang mau memfasilitasi forum ilmiah tersebut.
Polemik kian meruncing setelah Pigai mengeluarkan pernyataan yang cukup mengejutkan. Ia mengklaim sudah paham prinsip HAM sejak usia lima tahun. Bahkan, pemahamannya itu bukan datang dari buku-buku teori, melainkan dari pengalaman hidup di daerah konflik.
Artikel Terkait
Buka Puasa di Banjarmasin Hari Ini Pukul 18.43 WIB
KPK Tahan Pejabat Bea Cukai Terkait Kasus Suap dan Rp 5,19 Miliar di Apartemen
Es Teler Durian Jadi Primadona Buka Puasa di Makassar
Keong Rebus Jadi Primadona Buka Puasa di Banyumas, Penjualan Melonjak Drastis