NONTHABURI – Suasana di dalam Nonthaburi Hall, Bangkok, Minggu malam itu, jelas berat. Timnas Futsal Indonesia baru saja tumbang dengan skor tipis 1-2 dari Thailand di final Piala AFF Futsal 2026. Gelar juara yang sebelumnya mereka pegang, akhirnya berpindah tangan. Di tengah kekecewaan itu, pelatih Hector Souto tampil menyampaikan permintaan maaf.
“Saya minta maaf kami tidak bisa memenangkan final ini,” ujar Souto dalam konferensi pers, Selasa (14/4/2026).
Namun begitu, permintaan maaf pria asal Spanyol itu diikuti dengan nada yang berbeda. Ia justru menekankan kebanggaannya yang luar biasa terhadap anak asuhnya. “Saya selalu fokus untuk mencoba menang, tentu saja. Tapi kalau melihat kondisi sebenarnya, kita seharusnya merasa lebih dari sekadar bangga,” imbuhnya.
Memang, ada alasan kuat di balik pernyataan Souto itu. Perjalanan Timnas Futsal Indonesia ke ajang ini bisa dibilang tidak mudah. Persiapan mereka terbilang singkat. Yang lebih mencolok, Skuad Garuda datang dengan banyak wajah baru. Bisa dibilang, ini adalah tim yang sedang dalam proses regenerasi.
Di sisi lain, Thailand justru turun dengan kekuatan terbaik mereka. Perbedaan komposisi skuad ini membuat pencapaian runner-up terasa lebih berharga. Souto melihatnya sebagai sebuah harapan untuk masa depan.
Artikel Terkait
Gubernur DKI Lantik 11 Pejabat, Masa Jabatan Dimulai Bertahap
Pemerintah Bidik Kawasan Transmigrasi Barelang dan Dompu Jadi Pusat Industri Baru
Afghanistan Kirim 530 Ton Bantuan untuk Gaza di Tengah Krisis Ekonomi
AHY: Kawasan Transmigrasi Disiapkan Jadi Penopang Ekspor SDA