"Saya harap kios ini bisa bertahan. Jangan hanya membuat, tetapi tidak mampu menjaganya," tambahnya, menyelipkan nada peringatan.
Pernyataan Bupati diamini oleh Plt. Kepala DPKH Bone, drh. Agusriady. Ia menjelaskan, peluncuran kios adalah tindak lanjut arahan dari Menteri Pertanian hingga Bupati.
"Upaya ini untuk mengamankan dua hal: produk pangan sehat dan distribusi yang tepat sasaran. Ini bentuk pengabdian kami," ujar Agusriady.
Ia menggambarkan ruang kosong yang kini 'hidup' itu sebagai ruang bersejarah bagi dinasnya. Fungsinya jelas: menyediakan pangan murah dan sehat untuk warga. Aspek keamanan dan kelayakan konsumsi, menurutnya, jadi prioritas utama di samping gizi.
Acara peresmian itu sendiri dihadiri sejumlah pejabat dan mitra. Tampak hadir Kepala BPOM Sulsel, pimpinan Bulog Bone, serta beberapa kepala OPD terkait. Kehadiran mereka memberi sinyal bahwa program ini mendapat perhatian serius dari banyak pihak.
Kini, tinggal menunggu waktu membuktikan apakah kios ini bisa bertahan dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga kecil, seperti yang diharapkan.
Artikel Terkait
LPDP Tegaskan Awardee Wajib Jaga Nama Baik Indonesia dan Kembali untuk Mengabdi
Levis Ajak Konsumen Bijak Gunakan THR untuk Belanja Fashion yang Awet
BI Siapkan Program Tukar Uang Kecil Jelang Ramadan 2026 di Bone
Delapan Penerima Beasiswa LPDP Dijatuhi Sanksi Gagal Penuhi Kewajiban