Ia menjelaskan, sistem tayangan berbayar itu justru dirancang untuk menghidupi atlet dan menjamin industri olahraga tarung ini tetap berjalan. Tanpa dukungan itu, semuanya bisa runtuh.
Di sisi lain, tindakan hukum yang diambil ini bukan cuma soal efek jera. Cellos bilang, ini juga bentuk edukasi untuk publik. Industri olahraga yang mengandalkan hak siar eksklusif memang sangat rapuh. Satu pelanggaran bisa berakibat luas.
Pelanggaran hak cipta seperti ini jelas ada konsekuensinya. Sanksi pidana atau denda besar sudah diatur dalam undang-undang. Harapannya, kasus ini jadi pelajaran.
Masyarakat diingatkan untuk lebih bijak. Mengakses dan membagikan konten digital, apalagi yang berbayar dan dilindungi hukum, tidak bisa sembarangan. Masa depan industri kreatif dan olahraga, sedikit banyak, ada di tangan penontonnya juga.
Artikel Terkait
Al Hilal Tumbangkan Al Shabab 5-3 dalam Laga Penuh Gol
Kemlu Tegaskan Pasukan TNI ke Gaza Bersifat Non-Tempur dan Bisa Dihentikan Kapan Saja
Jadwal Imsak dan Salat Hari Ini di Pangkal Pinang, 28 Februari 2026
Jadwal Imsak dan Salat untuk Makassar, 10 Ramadan 1447 H