Gara-gara larangan operasional truk sumbu tiga selama 17 hari di momen Lebaran 2026 nanti, industri manufaktur bisa kelimpungan. Distribusi kardus kemasan ke pabrik-pabrik bakal tersendat, dan efek domino-nya jelas: produksi tertunda, barang menumpuk, dan kerugian finansial mengintai karena produk tak bisa dikirim tanpa kemasan yang memadai.
Pengemudi truk Cahyadi Kurnia sudah merasakan getirnya. Dengan pengalaman hampir 17 tahun mengantarkan kardus ke berbagai pabrik, ia paham betul dampaknya. "Pelarangan ini berpotensi besar menyebabkan keterlambatan pasokan," ujarnya. Akibatnya? Produk akan menumpuk di area produksi, tak tahu mau diapakan.
Berdasarkan obrolannya dengan sejumlah kepala pabrik, Cahyadi mengungkapkan hal yang lebih mengkhawatirkan. Lini produksi bisa terpaksa dihentikan total. "Gudang penyimpanan terbatas. Kalau kardus habis, mau taruh produk jadi di mana?" katanya menjelaskan.
"Kelangkaan kardus ini, dari yang saya dengar, sering memicu kenaikan harga bahan baku kertas juga. Ujung-ujungnya, biaya produksi melambung," tambahnya pada Kamis, 26 Februari 2026.
Cahyadi rutin bolak-balik mengirim kardus untuk pabrik sepatu, makanan-minuman, hingga kulkas. Untuk pabrik sepatu saja, butuh 3 truk sumbu tiga per hari atau setara 45.000 kardus. Sementara pabrik minuman butuh lebih banyak lagi, 51.000 pieces sehari. Tekanannya besar. "Kita dituntut tepat waktu. Kalau telat, siap-siap kena klaim dari pabrik," tukasnya.
Konsekuensinya nyata. Mesin pabrik tak pernah berhenti berjalan. Tanpa kardus untuk packing, produk yang keluar bisa berantakan di lantai dan rusak. "Ini kerugian besar bagi pabrik. Makanya kami sebisa mungkin tidak boleh telat," katanya.
Tapi dari semua itu, yang paling menegangkan justru pengiriman ke pabrik kulkas. "Kalau sampai terlambat di sini, sopir truknya bisa langsung dipecat," tutur Cahyadi. Bayangkan, mesin produksi terus berjalan, sementara kardus kemasan untuk produk sebesar itu tak kunjung datang. "Kalau minuman mungkin cuma berantakan. Tapi untuk kulkas, keterlambatan pengiriman kardus sama sekali tidak bisa ditolerir."
Kekhawatiran serupa datang dari industri hulu. Irsyal Yasman, Direktur Komite Bahan Baku Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI), menyebut pembatasan truk sumbu tiga sangat mengganggu produksi industri kertas. Bagaimana tidak? Distribusi bahan baku dari pelabuhan ke pabrik langsung terhambat.
Artikel Terkait
Kapolri Tegaskan Persatuan Nasional Kunci Hadapi Dampak Krisis Global
Dua Advokat Gugat MK, Minta Syarat Calon Presiden Dilarang Berkeluarga dengan Petahana
KPK Periksa 14 Saksi Terkait Dugaan Pemerasan Bupati Pati
Polri Dampingi Keluarga Korban dan Pastikan Proses Hukum Kasus Brimob Tewaskan Pelajar di Tual