Yang lebih parah, kesulitan itu masih berlanjut hingga sekarang. Meski sudah ada komputerisasi dan UU Cipta Kerja, urusan perizinan tetap saja berbelit. Alasan klasik seperti "komputernya error" masih sering terdengar. Hal inilah yang kerap diteriakkan oleh mereka yang tinggal di luar negeri.
Menyoroti pernyataan kontroversial salah seorang yang ia sebut "Bu Tyas", Mahfud menyampaikan kemarahan sekaligus pemahaman.
"Saya marah pada Anda karena dianggap menghina republik ini. Tapi saya juga paham, ucapan Anda lahir dari fakta-fakta yang sering mengecewakan di negeri sendiri," katanya.
"Cintailah negeri ini. Anda bisa bersekolah karena Indonesia merdeka, karena ada sumber daya yang bagus di sini."
Ia pun mengaku, dirinya sendiri merasakan hal yang sama. Kesempatan bersekolah dan menikmati banyak hal, semua itu ada karena Indonesia merdeka. Tanpa kemerdekaan itu, mustahil kita bisa mencapai kemajuan seperti sekarang.
"Tapi, kita tidak boleh diam," pungkas Mahfud. "Perbaikan harus terus dilakukan, sambil tetap mencintai Indonesia. Saya setuju dengan langkah blacklist pemerintah untuk kasus-kasus tertentu. Namun, pemerintah juga harus sadar, kerusakan itu sedang terjadi di mana-mana dan perlu perhatian serius."
Artikel Terkait
Mudik Gratis Jakarta 2026 Dibuka untuk Warga Non-DKI, Pendaftaran Dikelompokkan Berdasarkan Tujuan
Mantan Gubernur Sumsel Alex Noerdin Wafat di Jakarta
Mahfud MD: Korupsi dan Pengelolaan Program Pemerintah yang Tidak Profesional Juga Pelanggaran HAM
Garena Rilis Kode Redeem Free Fire Terbaru, Berisi Skin hingga Diamond Gratis