Dari sudut pandangnya, pemerintah memiliki kewajiban konstitusional untuk menjamin hak setiap warga negara untuk menyampaikan pikiran. Oleh karena itu, ia mendesak aparat penegak hukum untuk bekerja keras mengusut tuntas pelaku di balik aksi teror tersebut, guna memastikan rasa aman dan kemerdekaan berpendapat tetap terjaga.
"Negeri ini tidak boleh anti-kritik. Pemerintah sebaiknya mendengarkan substansi gagasannya. Justru berterimakasih pada anak-anak muda seperti Tiyo yang masih mau peduli terhadap bangsanya," lanjutnya.
Peringatan atas Respons yang Keliru
Sebagai seorang yang juga aktif membina generasi muda melalui Aliansi Pelajar Surabaya, Seno memberikan catatan khusus. Ia mengingatkan bahwa respons yang tidak tepat atau bernada sinis dari pihak otoritas terhadap suara pelajar dan mahasiswa justru dapat dibaca publik sebagai bentuk pengingkaran terhadap masalah yang perlu dikoreksi bersama.
"Suara Tiyo datang dari kejujuran nurani berkata apa yang ada di hati dan pikirannya. Respons yang salah justru akan semakin membenarkan kejernihan argumentasinya," tutupnya.
Pernyataan-pernyataan ini menggarisbawahi sebuah prinsip dasar dalam kehidupan demokrasi: ruang dialog yang sehat dan bebas dari rasa takut adalah pondasi bagi perbaikan bangsa. Insiden yang menimpa aktivis mahasiswa ini menjadi pengingat akan pentingnya menjaga saluran komunikasi antara pemerintah dan rakyat, khususnya generasi muda, tetap terbuka dan bermartabat.
Artikel Terkait
Dua Rumah Hangus Terbakar di Barru, Diduga Akibat Korsleting Listrik
Polres Bone Gelar Serah Terima Jabatan untuk Sejumlah Pejabat Kunci
Mobil Terperosok Jurang 200 Meter di Enrekang, Satu Tewas
Prakiraan Cuaca Sulsel Jumat: Cerah Berpotensi Hujan Sedang di Sejumlah Kabupaten