Pagi itu, usai apel, suasana di Polres Metro Jakarta Pusat tampak berbeda. Sebanyak 124 anggota berseragam menjalani satu prosedur yang kini jadi perhatian serius: tes urine. Hasilnya? Dari sekian banyak personel, satu nama tercatat positif. Unsur yang terdeteksi adalah codeine, zat yang biasa ditemukan dalam obat batuk tertentu.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Reynold EP Hutagalung, langsung memberikan klarifikasi. Menurutnya, personel yang bersangkutan memang sedang dalam masa pengobatan.
“Tadi pagi langsung dilaksanakan setelah apel pagi kepada kita semua personel Polres Jakarta Pusat. Ada temuan 1 (personel) positif dikarenakan sedang minum obat batuk racikan,” ujar Hutagalung.
“Sesuai dengan resep obatnya. Ada unsur codein. Yang lainnya alhamdulillah negatif,” sambungnya.
Nah, karena alasan medis itulah, anggota tersebut tak mendapat sanksi. Malah, perintahnya justru ke arah pemulihan. “Selama dapat dipertanggungjawabkan karena dampak minum obat ya tidak ada sanksi. Malah saya perintahkan Kasi Dokkes bantu mempercepat kesehatannya melalui pemberian vitamin kesehatan,” tegas Kapolres.
Langkah tes massal ini bukan tanpa sebab. Sebelumnya, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo sudah menginstruksikan pemeriksaan serentak di seluruh jajaran. Perintah itu muncul ke permukaan menyusul beberapa kasus yang mencoreng institusi, termasuk yang melibatkan mantan Kapolres Bima Kota, AKBP Didik Putra Kuncoro.
Jadi, tes ini jelas punya tujuan besar: menjaga integritas. Seperti ditegaskan Karo Penmas Divhumas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, di Mabes Polri beberapa hari sebelumnya. “Berdasarkan perintah Kapolri, Divpropam Polri dan jajaran akan melaksanakan kegiatan pemeriksaan urine yang kami laksanakan di seluruh wilayah atau jajaran Polri secara serentak,” kata Trunoyudo.
Intinya, operasi ini adalah bentuk pembersihan internal. Satu temuan positif karena obat pun jadi catatan, bahwa setiap kasus dilihat secara kontekstual. Tapi pesannya keras dan jelas: narkoba tidak ada tempat di tubuh kepolisian.
Artikel Terkait
Pelajar Tewas Diduga Dianiaya Oknum Brimob di Tual, Tersangka Sudah Ditahan
Nadiem Makarim Serukan Anak Muda Tak Putus Asa dengan Indonesia di Tengah Sidang Korupsi
Ketua BEM UGM Laporkan Teror Anonim Usai Kritik Pemerintah
Dasco Minta Pemerintah Tunda Rencana Impor 105 Ribu Pick Up India