Nah, biar semuanya tertib, Satpol PP turun tangan. Sekitar 45 personel dikerahkan. Kepala Satpol PP Sulsel, Andi Arwin Azis, menegaskan tugas mereka adalah memastikan kegiatan lancar. "Peserta tidak boleh keluar lokasi selama camp berlangsung. Kedisiplinan harus dijaga," ujarnya.
Di sisi lain, respons dari peserta tampak positif. Kepala Disdukcapil Sulsel, Iqbal Suhaeb, menyebut ini sebagai inovasi baru. "Baru pertama kali diadakan di Sulsel. Di bulan Ramadan, selain pendalaman agama, kami juga dapat penguatan materi dasar seperti keuangan dan pengadaan barang," katanya.
Antusiasme serupa datang dari Syamrina Maulana Aris, Kasubag Umum Kepegawaian BPSDM. "Harapannya, kami bisa jadi pemimpin yang lebih baik dan bertakwa. Materinya kaya dan relevan," ucap Syamrina.
Ada juga yang mengaku termotivasi secara pribadi. Seperti Akhirudin, Kasi Jaminan Sosial Disnakertrans Sulsel. Ia menilai kegiatan ini sejalan dengan harapan gubernur untuk peningkatan kualitas ibadah. "Jujur, saat ini saya baru hafal 20 surat pendek. Fokus saya ingin khatam juz 30," ungkapnya.
Bagi kalangan pendidikan, seperti disampaikan Sigit Hendra Waskita, Kepala SMKN 9 Makassar, materinya sangat aplikatif. "Setelah lihat rundown-nya, materinya pas banget. Mulai dari tata kelola keuangan, manajerial, sampai penguatan akhlak sebagai dasar memimpin sekolah," tuturnya.
Pada akhirnya, Ramadhan Leadership Camp ini diharapkan bukan sekadar program sekali jalan. Ia diidealkan menjadi model berkelanjutan untuk mencetak pemimpin ASN di Sulsel – yang tak hanya paham regulasi, tapi juga punya fondasi moral dan spiritual yang kokoh.
Artikel Terkait
Roti Maros, Camilan Manis Khas Sulawesi Selatan dengan Isian Selai Srikaya
Menteri Pertanian Soroti Rembesan Gula Rafinasi yang Rugikan Petani dan BUMN
Prabowo Ingatkan Ancaman Manipulasi AI dan Akun Palsu di Media Sosial
Warga Makassar Tertipu Rp12 Juta dalam Penawaran Tukar Uang Baru di Facebook