Asap tebal masih mengepul dari reruntuhan pabrik suku cadang mobil di Daejeon, Korea Selatan. Kebakaran hebat yang terjadi Jumat siang itu telah merenggut nyawa 11 orang. Tim penyelamat dengan wajah lelah terus menyisir puing-puing yang hangus, mencari korban lebih lanjut. Puluhan orang lainnya mengalami luka-luka, beberapa di antaranya dalam kondisi yang cukup serius.
Menurut laporan kantor berita Yonhap, situasi di lokasi sempat sangat rumit. Petugas pemadam kebakaran awalnya tak bisa langsung masuk. Kekhawatiran utama adalah risiko bangunan yang bisa ambruk kapan saja. Belum lagi, ada bahan kimia natrium yang tersimpan di dalam pabrik. Bahan itu berbahaya, bisa meledak kalau penanganannya salah. Hal ini jelas memperlambat upaya penyelamatan.
Kebakaran sendiri terjadi sekitar pukul satu siang waktu setempat. Saat itu, Yonhap melaporkan, ada sekitar 170 pekerja yang sedang bertugas di dalam pabrik. Api menjalar dengan sangat cepat, membuat kepanikan.
Seorang pejabat dari kementerian yang menangani kebakaran dan bencana memberikan konfirmasi lewat AFP.
"Kami memahami bahwa 11 orang tewas, 25 orang luka parah," ujarnya.
"Kami juga memahami bahwa 34 orang terluka tetapi tidak dalam kondisi serius, dan tiga orang masih hilang," tambah pejabat itu.
Sampai saat ini, penyebab pasti kebakaran masih diselidiki. Para pejabat belum mau berspekulasi. Namun begitu, sejumlah saksi di lokasi memberikan gambaran yang mencekam. Salah satunya bercerita pada Yonhap bahwa ia mendengar suara ledakan keras sebelum api berkobar. Api kemudian menyebar begitu cepat, menghanguskan segalanya dalam waktu singkat.
Artikel Terkait
Pelajar SMK di Samarinda Meninggal Akibat Sepatu Terlalu Kecil, Keluarga Terkendala Ekonomi
Waisak 2026 Jatuh pada 31 Mei, Rangkaian Libur Akhir Pekan Panjang Terbentuk
Kecelakaan Maut di Ciseeng: Pengendara Motor Tewas Usai Tabrakan dengan Pikap
PSI Tak Akan Beri Bantuan Hukum Institusional untuk Grace Natalie, Sebut Kasusnya Urusan Pribadi