Asap tebal masih mengepul dari reruntuhan pabrik suku cadang mobil di Daejeon, Korea Selatan. Kebakaran hebat yang terjadi Jumat siang itu telah merenggut nyawa 11 orang. Tim penyelamat dengan wajah lelah terus menyisir puing-puing yang hangus, mencari korban lebih lanjut. Puluhan orang lainnya mengalami luka-luka, beberapa di antaranya dalam kondisi yang cukup serius.
Menurut laporan kantor berita Yonhap, situasi di lokasi sempat sangat rumit. Petugas pemadam kebakaran awalnya tak bisa langsung masuk. Kekhawatiran utama adalah risiko bangunan yang bisa ambruk kapan saja. Belum lagi, ada bahan kimia natrium yang tersimpan di dalam pabrik. Bahan itu berbahaya, bisa meledak kalau penanganannya salah. Hal ini jelas memperlambat upaya penyelamatan.
Kebakaran sendiri terjadi sekitar pukul satu siang waktu setempat. Saat itu, Yonhap melaporkan, ada sekitar 170 pekerja yang sedang bertugas di dalam pabrik. Api menjalar dengan sangat cepat, membuat kepanikan.
Seorang pejabat dari kementerian yang menangani kebakaran dan bencana memberikan konfirmasi lewat AFP.
Artikel Terkait
Wamen Bima Arya: Idulfitri Perekat Kebersamaan di Tengah Tantangan Global
KBBI Tegaskan Bentuk Baku Silaturahmi, Meski Asal Katanya dari Silaturahim
Psikolog Unesa Paparkan Kekuatan Memaafkan untuk Kesehatan Mental di Momen Idulfitri
Polda Riau Ganti THR dengan Sedekah Bibit Pohon di Idul Fitri