Uang Passolo Sukses Gelar Nobar Serentak di Jakarta dan Makassar, Diapresiasi Ratusan Penonton

- Selasa, 10 Februari 2026 | 10:00 WIB
Uang Passolo Sukses Gelar Nobar Serentak di Jakarta dan Makassar, Diapresiasi Ratusan Penonton

MURIANETWORK.COM - Sebuah film yang mengangkat budaya lokal Sulawesi Selatan, "Uang Passolo", mendapat apresiasi khusus melalui kegiatan nonton bareng yang digelar serentak di Jakarta dan Makassar. Acara yang diinisiasi oleh Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) bersama IKA Unhas dan Ikatan Wanita Sulawesi Selatan (IWSS) ini berhasil menyedot ratusan penonton, sekaligus menggarisbawahi animo publik terhadap karya sinema yang kental dengan identitas daerah.

Nobar Serentak di Dua Kota

Gelaran nonton bareng dimulai di Jakarta pada Minggu sore, 8 Februari 2026. Sekitar 300 orang memadati studio di Epicentrum XXI, menandai dimulainya apresiasi terhadap film tersebut di ibu kota. Suasana berbeda namun tak kalah semarak tercipta sehari kemudian di Makassar. Di XXI Panakkukang, meski kuota penonton lebih terbatas sekitar 150 orang, keakraban justru lebih terasa. Studio didominasi oleh ibu-ibu yang tampak antusias, dengan camilan khas bioskop di tangan, siap menyaksikan cerita yang dekat dengan keseharian mereka.

Resonansi Budaya yang Langsung Terasa

Suasana hangat dan penuh gelak tawa langsung menyelimuti ruangan seiring film berjalan. Reaksi penonton terutama mengemuka saat dialog-dialog dalam bahasa lokal mengalir tanpa terjemahan, menghadirkan pengalaman menonton yang autentik dan langsung menyentuh rasa.

"Film ini mampu membawa penonton merasa 'budayata sekali itu'," tutur salah seorang panitia, menggambarkan reaksi khalayak. Ungkapan kekaguman lain juga terdengar, seperti komentar spontan, "bah cocokki ini."

Respons positif ini menunjukkan bahwa film berhasil menjembatani cerita lokal dengan empati penonton, menegaskan bahwa nilai-nilai budaya yang ditampilkan memiliki daya pikat universal.

Melampaui Ekspektasi

Apresiasi melalui nobar ini sejalan dengan tren positif yang sedang diraih "Uang Passolo" di tingkat nasional. Film yang sepenuhnya menggunakan bahasa lokal Sulsel tersebut tercatat telah ditonton oleh lebih dari 200 ribu penonton di bioskop seluruh Indonesia. Pencapaian ini tidak hanya menjadi kabar gembira bagi para pembuat film daerah, tetapi juga sinyal kuat bahwa pasar audiens nasional terbuka dan reseptif terhadap keberagaman cerita dari berbagai penjuru Nusantara. Kegiatan komunitas seperti ini memperkuat ikatan budaya sekaligus mendukung lanskap perfilman Indonesia yang semakin kaya.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar