"Film ini mampu membawa penonton merasa 'budayata sekali itu'," tutur salah seorang panitia, menggambarkan reaksi khalayak. Ungkapan kekaguman lain juga terdengar, seperti komentar spontan, "bah cocokki ini."
Respons positif ini menunjukkan bahwa film berhasil menjembatani cerita lokal dengan empati penonton, menegaskan bahwa nilai-nilai budaya yang ditampilkan memiliki daya pikat universal.
Melampaui Ekspektasi
Apresiasi melalui nobar ini sejalan dengan tren positif yang sedang diraih "Uang Passolo" di tingkat nasional. Film yang sepenuhnya menggunakan bahasa lokal Sulsel tersebut tercatat telah ditonton oleh lebih dari 200 ribu penonton di bioskop seluruh Indonesia. Pencapaian ini tidak hanya menjadi kabar gembira bagi para pembuat film daerah, tetapi juga sinyal kuat bahwa pasar audiens nasional terbuka dan reseptif terhadap keberagaman cerita dari berbagai penjuru Nusantara. Kegiatan komunitas seperti ini memperkuat ikatan budaya sekaligus mendukung lanskap perfilman Indonesia yang semakin kaya.
Artikel Terkait
Menteri Keuangan Soroti Vendor Lelet dan Kerumitan Bermuatan Bisnis di Sistem Coretax
Kuasa Hukum Laporkan Pimpinan KPK ke Dewas Soal Tahanan Rumah Yaqut
Mentan: Stok Beras Nasional Aman untuk 324 Hari ke Depan
Komnas HAM: Pemulihan Korban Penyiran Air Keras Andrie Yunus Bisa Capai Dua Tahun