MURIANETWORK.COM - Pakar hukum tata negara Mahfud MD menyambut positif inisiatif Presiden Prabowo Subianto yang mengundang sejumlah tokoh kritis untuk bertemu langsung. Menurutnya, langkah ini penting untuk mengatasi kesenjangan informasi yang kerap terjadi antara laporan yang diterima presiden dengan kondisi faktual di lapangan. Pertemuan tersebut dinilai sebagai upaya membuka saluran komunikasi yang lebih langsung dan transparan.
Mengatasi Hambatan Informasi ke Istana
Mahfud MD mengungkapkan, sering kali terdapat perbedaan antara respons yang diberikan Presiden Prabowo dengan data yang sebenarnya terjadi di masyarakat. Ia menduga, hal ini disebabkan oleh proses penyaringan informasi yang panjang sebelum sampai ke meja presiden.
“Sehingga, Presiden itu memberi jawaban beda dengan data lapangan. Saya sudah tanya kenapa, karena untuk sampai informasi ke Presiden itu saringannya banyak sekali dan Pak Prabowo mendengar mungkin keluhan ini,” jelasnya dalam sebuah podcast.
Oleh karena itu, ia memandang undangan kepada tokoh-tokoh yang selama ini dikenal vokal dan kritis sebagai langkah strategis. Mereka dianggap sebagai pihak yang memiliki gagasan konstruktif untuk kemajuan bangsa, tanpa dibebani oleh kepentingan tertentu.
Respon Atas Masalah Reformasi Polri
Dalam pertemuan itu, salah satu isu yang mengemuka adalah soal reformasi institusi Kepolisian Republik Indonesia (Polri), yang diangkat oleh mantan Ketua KPK Abraham Samad. Poin pembahasan mencakup pentingnya rotasi kepemimpinan dan wacana penempatan Polri di bawah kementerian.
Artikel Terkait
Manchester City Kembali Juara EFL Cup Usai Taklukkan Arsenal 2-0 di Wembley
Desakan Kuat untuk Dewas KPK Periksa Pimpinan Soal Tahanan Rumah Gus Yaqut
Lonjakan 16% Penumpang Kereta di Jawa Tengah Saat Lebaran 2026
Nottingham Forest Hajar Tottenham Hotspur 3-0 di Kandang Sendiri