Mahfud menilai respons Presiden Prabowo yang terbuka terhadap usulan-usulan tersebut sebagai sinyal positif. Ia melihat adanya perhatian serius dari pimpinan negara terhadap upaya perbaikan di tubuh Polri.
“Iya, yang penting terlihat dan terasa oleh rakyat Presiden itu mau mendengar, mau mendengar dari masyarakat yang orisinil lah, tidak dikurangi, tidak ditambah, tapi dengar dan dulu sering banyak masalah kan karena beda tuh antara tanggapan dengan apa yang timbul. Orang lalu, kenapa sih Presiden tidak mau mendengar masyarakat,” ungkap Mahfud lebih lanjut.
Pentingnya Mendengar Suara Asli Masyarakat
Lebih dalam, Mahfud menekankan bahwa esensi dari pertemuan semacam ini adalah kesediaan pemimpin untuk mendengar secara langsung. Menurut pengamatannya, seorang presiden membutuhkan informasi yang akurat dan utuh tentang realitas yang dihadapi warga, bukan sekadar laporan yang telah terfilter.
“Sehingga, yang terpenting dari pertemuan itu ya harus kita sambut gembira, yang penting sekarang Presiden mau mendengar langsung bukan hanya dari saringan-saringan yang mungkin ada yang tidak berani, mungkin ada yang punya kepentingan sendiri,” ujarnya.
Dari perspektif hukum dan ketatanegaraan, ia berpendapat bahwa Presiden Prabowo, dengan pengalaman dan kapasitasnya, mampu menganalisis berbagai masukan tersebut untuk kemudian mengambil kebijakan yang tepat. Kunci utamanya adalah keterbukaan dan kemauan untuk mendengarkan.
“Karena Pak Prabowo pengalamannya panjang, juga otaknya cerdas lah, kalau mendengar secara baik, dan terbuka, itu akan lebih baik, dan akan lebih cantik kalau misalnya pembantu-pembantunya, menteri-menterinya juga melakukan yang sama,” tutup Mahfud.
Artikel Terkait
Manchester City Kembali Juara EFL Cup Usai Taklukkan Arsenal 2-0 di Wembley
Desakan Kuat untuk Dewas KPK Periksa Pimpinan Soal Tahanan Rumah Gus Yaqut
Lonjakan 16% Penumpang Kereta di Jawa Tengah Saat Lebaran 2026
Nottingham Forest Hajar Tottenham Hotspur 3-0 di Kandang Sendiri