Lalu, apa sebenarnya wasiat dari pasangan teladan itu? Intinya sederhana namun berat: menjaga integritas kepolisian. Sigit mengungkapkan, pesan terakhir Meriyati adalah menitipkan institusi Polri agar terus dijaga.
“Pesan beliau selalu sama: jaga integritas, jaga institusi Polri. Saat-saat terakhir pun, pesan itu yang beliau sampaikan. Menitipkan Polri kepada kami,” ungkapnya. Bagi Sigit, pesan itu bukan sekadar ucapan. Ia menempatkannya sebagai amanat yang wajib dilanjutkan oleh seluruh jajaran.
Kenangan manis juga sempat ia bagi. Sigit mengenang momen saat mengunjungi Meriyati di ulang tahunnya yang ke-100 tahun lalu. Percakapan saat itu masih jelas terngiang.
Narasi yang dibangun Sigit malam itu jelas. Kepergian Meri Hoegeng bukan sekadar hilangnya seorang istri mantan Kapolri. Ia adalah penjaga memori dan nilai-nilai luhur kepolisian dari era Hoegeng. Dan sekarang, estafet itu diteruskan.
Artikel Terkait
Tiga Anak di Jombang Terluka Parah Akibat Petasan Rakitan, Satu Harus Diamputasi
Derby Rhein Berakhir 3-3, Köln Bertahan dengan 10 Pemain
Bayern Munich Hancurkan Union Berlin 4-0 dalam Dominasi Penuh
Prabowo Tegaskan Komitmen Penegakan Hukum dan Pembersihan Aparat