Lalu, apa sebenarnya wasiat dari pasangan teladan itu? Intinya sederhana namun berat: menjaga integritas kepolisian. Sigit mengungkapkan, pesan terakhir Meriyati adalah menitipkan institusi Polri agar terus dijaga.
“Pesan beliau selalu sama: jaga integritas, jaga institusi Polri. Saat-saat terakhir pun, pesan itu yang beliau sampaikan. Menitipkan Polri kepada kami,” ungkapnya. Bagi Sigit, pesan itu bukan sekadar ucapan. Ia menempatkannya sebagai amanat yang wajib dilanjutkan oleh seluruh jajaran.
Kenangan manis juga sempat ia bagi. Sigit mengenang momen saat mengunjungi Meriyati di ulang tahunnya yang ke-100 tahun lalu. Percakapan saat itu masih jelas terngiang.
Narasi yang dibangun Sigit malam itu jelas. Kepergian Meri Hoegeng bukan sekadar hilangnya seorang istri mantan Kapolri. Ia adalah penjaga memori dan nilai-nilai luhur kepolisian dari era Hoegeng. Dan sekarang, estafet itu diteruskan.
Artikel Terkait
Lari: Langkah Kecil untuk Menjaga Kewarasan di Tengah Hidup yang Serba Cepat
Tim Khusus Polri Buru Buronan Korupsi Minyak Mentah ke Luar Negeri
Ironi di Balik Ucapan Terima Kasih: Dosen Sibuk Mengecek Tunjangan, Bukan Membangun Peradaban
Pengeroyokan Guru di Jambi: Alarm Keras bagi Nalar dan Peradaban