Hasilnya? Lewat dialog dan musyawarah tanpa henti, pemerintahannya bersama Gus Dur berhasil meredakan pertumpahan darah. Kepercayaan antar kelompok yang bertikai pelan-pulan dibangun kembali. Itu kerja nyata.
Sebagai Ketua Umum PDIP, Megawati punya pandangan mendalam tentang kepemimpinan sejati. Menurutnya, seorang pemimpin harus mampu mendengar denyut nadi kehidupan rakyatnya. Kewenangan formal saja tak cukup harus dibarengi empati sosial dan kesadaran akan sejarah.
Di sisi lain, dunia saat ini terlihat semakin terfragmentasi oleh kepentingan-kepentingan sempit. Menghadapi itu, Megawati meyakini masa depan kepemimpinan global harus berpijak pada persaudaraan kemanusiaan. Sebuah nilai yang melampaui batas agama, etnis, maupun generasi.
“Tugas pemimpin adalah membangun kepercayaan dengan menempatkan keadilan sosial dan nilai kemanusiaan sebagai fondasi kebijakan,” pungkasnya menutup penyampaiannya.
Pesan itu menggema di ruang forum, meninggalkan renungan tentang bentuk kekuasaan yang lebih manusiawi dan merawat.
Artikel Terkait
Khatib di Makassar Ingatkan Jemaah Idul Fitri untuk Berbakti kepada Orang Tua
Bournemouth Tahan Imbang Manchester United 2-2 dalam Drama Gol Bunuh Diri dan Kartu Merah
Tewas di Tepi Sungai Lasolo, Abdul Kahar Muzakkar Akhiri Pemberontakan 12 Tahun
Napoli Amankan Kemenangan Tipis 1-0 atas Cagliari Berkat Gol Kilat McTominay