Saksi Ungkap Rasa Takut yang Paksa Mundur dari Proyek Chromebook Kemendikbud

- Rabu, 04 Februari 2026 | 00:30 WIB
Saksi Ungkap Rasa Takut yang Paksa Mundur dari Proyek Chromebook Kemendikbud

Di ruang sidang Pengadilan Tipikor Jakarta, suasana tegang terasa jelas. Bambang Hadiwaluyo, mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk proyek laptop Chromebook di Kemendikbudristek, duduk sebagai saksi. Sidang Selasa (3/2) itu mengungkap alasan menarik di balik mundurnya dia dari jabatan strategis tersebut: rasa takut. Ya, hanya itu. Ketakutan murni.

“Saudara diganti atau mengundurkan diri?” tanya jaksa, membuka pemeriksaan.

“Jadi begini ceritanya, saya mengundurkan diri,” jawab Bambang polos.

Ceritanya berawal di tahun 2020, saat proses pemilihan penyedia Chromebook dan Chrome Device Management sedang berlangsung. Bambang mengaku mendapat telepon dari seorang praktisi di Direktorat SD, M Iksan. Menurut Bambang, Iksan bilang kalau dia baru saja dihubungi oleh Sri Wahyuningsih, sang Direktur Sekolah Dasar, dan diperintahkan untuk segera memulai pembelian Chromebook.

Bambang pun berusaha menjalankan tugas. Dia menghubungi beberapa calon penyedia. Tapi anehnya, tak satu pun yang merespons. Situasi jadi makin ruwet karena Direktorat SMP yang punya spesifikasi barang serupa ogah-ogahan melakukan penunjukan langsung. Mereka berdalih, spesifikasinya sama dengan yang diurus Direktorat SD.

Melihat jalan buntu, Bambang mengusulkan rapat koordinasi antara kedua direktorat. Rapat pun digelar. Hadir di sana Sri Wahyuningsih, Direktur SMP Mulyatsyah, dan tentu saja, Iksan.

“Apa hasil rapat itu?” tanya jaksa penuntut umum.

“Nah, ketika rapat itu, Bu Sri dan Pak Iksan keluar,” ujar Bambang.

“Kenapa mereka keluar?”

“Saya enggak tahu alasannya apa saat itu, Pak.”

Peristiwa itulah yang jadi titik balik. Tak lama setelah mereka meninggalkan ruangan, ponsel Bambang bergetar. Sebuah pesan WhatsApp dari Iksan masuk. Isinya, kata Bambang, membuat darahnya jadi dingin.

“Iksan itu mengirim WA ke saya, ‘kalau nanti ada apa-apa, saya sudah enggak mau ikut campur, saya enggak akan membantu lagi,’ begitu,” kata Bambang menirukan.


Halaman:

Komentar